Berbagai Alasan Orang Tolak Vaksin COVID-19

Berbagai Alasan Orang Tolak Vaksin COVID-19

- detikInet
Rabu, 23 Sep 2020 05:49 WIB
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination.
Ilustrasi vaksin corona. Foto: iStock
Jakarta -

Vaksin corona alias vaksin COVID-19 sudah dinantikan sejak lama, namun ada saja orang yang masih menolak menggunakan vaksin tersebut.

Diketahui virus SARS-CoV-2 ini bermula di Wuhan, China dan menginfeksi jutaan orang di dunia dalam kurun waktu cepat. Hampir semua negara pun berlomba-lomba membuat vaksin corona. Namun apa jadinya jika banyak orang yang tidak percaya dengan vaksin?

Isu kepentingan vaksin sudah sejak lama bergaung, terutama untuk penyakit yang dianggap tidak mematikan seperti misalnya influenza. Yang sempat ramai adalah difteri yang disebabkan oleh bakteri bernama Corynebacterium diphtheria.

Namun faktanya, ada kasus di tahun 2015 di mana seorang anak yang tidak divaksinasi meninggal karena penyakit ini. Untuk menghindari kasus serupa, penting untuk memperjelas pentingnya dan manfaat vaksinasi terhadap penyakit yang masih berisiko bagi masyarakat.

Megutip Ellipse, Rabu (23/9/2020) ada juga yang merasa takut dengan zat yang ditambahkan ke vaksin. Padahal zat ini berada dalam jumlah terkontrol dan tidak berbahaya bagi manusia dan bisa meningkatkan imunogenisitas.

Dalam banyak kasus, informasi yang salah dan persepsi bahwa bahan pembantu ini adalah zat asing berbahaya, misalnya aluminium, sehingga menimbulkan ketidakpercayaan dan memicu penolakan vaksinasi. Ini semua hanya karena banyak orang tidak memahami cara kerjanya. Hal yang sama berlaku untuk banyak zat aditif yang ditemukan dalam produk makanan.

Dalam kasus virus corona terbaru yang menyebar dengan cepat, masalah yang menjadi keraguan melakukan vaksin adalah isu uji klinis. Untuk mendapatkan solusi secepat mungkin, fase yang biasanya berurutan sekarang tumpang tindih.

Mau tidak mau, vaksin diproduksi sebelum terbukti efektif, seperti dalam kasus vaksin yang dikembangkan oleh Oxford University. Kekhawatiran tentang apakah percepatan ini akan mempengaruhi keamanan vaksin dapat menimbulkan pertentangan.

Poin yang tak lepas dari masalah ini adalah kepentingan ekonomi di balik produksinya dan keraguan tentang ketersediaannya di seluruh dunia. Masalahnya, dalam situasi darurat seperti pandemi COVID-19 saat ini, negara-negara di seluruh dunia menghadapi masalah yang sama. Lalu apa yang harus dilakukan jika tidak dengan melakukan vaksinasi? Kapan pandemi ini bakal berakhir?

Akan tetapi tetap penting bagi pengembang vaksin untuk berkomunikasi dengan masyarakat mengenai fase uji coba dan efektivitas vaksin sebelum mulai disebarluaskan. Pada akhirnya yang dicari adalah keselamatan dari miliaran manusia di muka Bumi ini.



Simak Video "Vaksin Corona Belum Direkomendasikan untuk Anak-anak dan Ibu Hamil"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)