Peneliti Bikin Perangkat Elektronik Rumah 'Bodoh' Jadi Pintar

Peneliti Bikin Perangkat Elektronik Rumah 'Bodoh' Jadi Pintar

Josina - detikInet
Senin, 14 Sep 2020 18:11 WIB
Scandinavian interior design living room 3d render with gray and beige colored furniture and wooden elements
Peneliti Bikin Perangkat Elektronik Rumah 'Bodoh' Jadi Pintar (Foto: iStock)
Jakarta -

Saat ini, beragam perangkat elektronik rumah tangga seperti AC, kulkas, mesin cuci dan masih banyak lagi sebagian sudah dibenamkan teknologi pintar yang memudahkan pengguna dapat mengontrol melalui komputer ataupun smartphone.

Namun, tak semua benda-benda di rumah dilengkapi dengan teknologi pintar mengingat harganya juga tak murah. Nah berkat penelitian ini, semua benda-benda yang 'bodoh' disulap jadi pintar.

Dilansir detiKINET dari Ubergizmo, penemuan tersebut diciptakan para peneliti di Cornell yang telah mengembangkan sistem VibroSense yang dapat mengubah peralatan 'bodoh' menjadi pintar.

Cara kerjanya dengan melalui kombinasi laser yang dapat mendeteksi getaran yang dikeluarkan dari peralatan elektronik rumah tangga tersebut, dipadukan dengan jaringan deep learning.

Berdasarkan pengujian awalnya, para peneliti ini telah menemukan bawa sistem tersebut memiliki tingkat akurasi 96% dalam mengidentifikasi berbagai aktivitas yang dilakukan oleh peralatan rumah tangga.

Meskipun VibroSense tidak secara ajaib memberikan fitur pintar pada peralatan 'bodoh' tersebut, namun setidaknya kemampuan tersebut akan memberikan pengguna lebih banyak info tentang apa yang dilakukan pada peralatan mereka.

Ini dapat membantu dalam banyak hal seperti pemantauan energi, di mana mungkin dapat tahu jika lampu tak dimatikan, makanan yang belum dikeluarkan dari microwave, pakaian yang masih di mesin cuci atau masalah keran bocor.

Para peneliti itu bakal mempresentasikan temuan mereka serta membahas solusi beberapa masalah seperti privasi, di mana ada beberapa kekhawatiran bahwa sistem dapat secara tidak sengaja memantau perangkat rumah-rumah tetangga, terutama jika digunakan di apartemen di mana beberapa unit berdekatan satu sama lain.



Simak Video "Hasil Penelitian Baru, Covid-19 Mampu Bertahan di Benda"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)