Gawat! Es di Greenland-Antartika Mencair Makin Cepat

Gawat! Es di Greenland-Antartika Mencair Makin Cepat

Aisyah Kamaliah - detikInet
Selasa, 01 Sep 2020 18:50 WIB
ILULISSAT, GREENLAND - JULY 30: An iceberg floats in Disko Bay behind houses during unseasonably warm weather on July 30, 2019 in Ilulissat, Greenland. The Sahara heat wave that recently sent temperatures to record levels in parts of Europe is arriving in Greenland. Climate change is having a profound effect in Greenland, where over the last several decades summers have become longer and the rate that glaciers and the Greenland ice cap are retreating has accelerated.   (Photo by Sean Gallup/Getty Images)
Lapisan es di Greenland mencair. Foto: Getty Images/Sean Gallup
Jakarta -

Lapisan es di Greenland dan Antartika mengalami pencairan yang sangat signifikan dan membuat ancaman skenario terburuk para ilmuwan semakin dekat dengan kenyataan. Jika semua es habis, ketinggian air laut akan naik 65 meter.

Kehilangan es dalam jumlah besar dari 2007 hingga 2017 karena mencairnya es yang lebur diperkirakan hampir sama secara sempurna dengan prakiraan paling ekstrem dari Panel for Climate Change's (IPCC). Membaca kemungkinan, dua lapisan ini bisa menambah ketinggian 40 cm pada tahun 2100.

Peningkatan seperti itu akan memiliki dampak yang menghancurkan di seluruh dunia, meningkatkan kekuatan destruktif dari gelombang badai dan menerjang wilayah pesisir. Akibatnya, banjir berulang bisa terjadi dengan parah.

"Kita perlu mempersiapkan dengan skenario terburuk baru untuk lapisan es karena mereka sudah mencair dengan kecepatan yang sama dengan (perkiraan) yang kita miliki saat ini," penulis utama Thomas Slater, seorang peneliti di Pusat Pengamatan dan Pemodelan Kutub di University of Leeds, kepada AFP.

"Proyeksi permukaan laut sangat penting dalam membantu pemerintah merencanakan kebijakan iklim, mitigasi dan strategi adaptasi. Jika kita meremehkan kenaikan permukaan laut di masa depan, maka langkah-langkah ini mungkin tidak memadai dan membuat masyarakat pesisir rentan," sambungnya.

Kehilangan lapisan es di ujung atas perkiraan IPCC dengan sendirinya akan membuat sekitar 50 juta orang terkena banjir pesisir tahunan di seluruh dunia pada pertengahan abad, menurut penelitian yang diterbitkan tahun lalu.

Tahun lalu, Greenland memegang rekor kehilangan 532 miliar ton es. Limpahan ini menyumbang 40 persen dari kenaikan permukaan laut pada 2019.

Dalam studi lain yang diterbitkan awal bulan ini di The Cryosphere, jurnal European Geosciences Union, Slater dan rekannya menghitung bahwa massa es Bumi -- termasuk gletser gunung, lapisan es Arktik, dan kedua lapisan es ini, kehilangan hampir 28 triliun ton massa es antara 1994-2017, demikian melansir Science Alert.



Simak Video "Lapisan Salju di Greenland Mencair, Permukaan Laut Global Naik"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/ask)