Kenang Kejayaan Antariksa, Alasan Rusia Namakan Vaksin Sputnik V

Kenang Kejayaan Antariksa, Alasan Rusia Namakan Vaksin Sputnik V

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 12 Agu 2020 10:44 WIB
In this handout photo taken on Thursday, Aug. 6, 2020, and provided by Russian Direct Investment Fund, an employee shows a new vaccine at the Nikolai Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology in Moscow, Russia. Russia on Tuesday, Aug. 11 became the first country to approve a coronavirus vaccine for use in tens of thousands of its citizens despite international skepticism about injections that have not completed clinical trials and were studied in only dozens of people for less than two months. (Alexander Zemlianichenko Jr/ Russian Direct Investment Fund via AP)
Bawa Kejayaan Antariksa, Rusia Namakan Vaksin COVID-19 'Sputnik V' (Foto: AP/Alexander Zemlianichenko Jr)
Jakarta -

Rusia menjadi negara pertama yang menyetujui vaksin untuk virus Corona. Nama yang digunakan pun cukup unik yaitu Sputnik V.

Negara Eropa Timur ini mengumumkan bahwa vaksin tersebut telah mendapatkan persetujuan dari regulator untuk dijual secara global. Bahkan Rusia mengatakan mereka telah mendapatkan pesanan untuk 1 miliar dosis vaksin dari 20 negara.

Ternyata nama Sputnik V digunakan untuk membawa kejayaan era 'space race' antara Uni Soviet dan Amerika Serikat yang terjadi di tengah Perang Dingin. Dikutip detikINET dari Space, Rabu (12/8/2020) nama ini diambil dari satelit buatan pertama di dunia, Sputnik, yang diluncurkan Uni Soviet pada 4 Oktober 1957.

Nama ini tentu dipilih untuk menandakan Rusia sebagai negara pertama yang vaksin COVID-19 buatannya telah disetujui. Tapi ilmuwan justru mencurigai vaksin tersebut karena disetujui setelah menjalani uji coba pada manusia dalam waktu kurang dari dua bulan.

Ahli kimia Derek Lowe dalam kolom opininya yang diunggah di blog In the Pipeline mengatakan uji coba manusia dalam waktu kurang dari dua bulan hanya cukup untuk menjalankan uji coba fase pertama.

"Tidak cukup waktu untuk melakukan pemeriksaan khasiat yang masuk akal, dan sama sekali tidak cukup waktu untuk mendapatkan masukan tentang keselamatan," tulis Lowe.

Rusia bukan satu-satunya negara yang mengusung nama berbau luar angkasa dalam program pengembangan vaksin untuk virus Corona. Amerika Serikat meluncurkan inisiatif bernama Operation Warp Speed yang terinspirasi dari cerita fiksi ilmiah.

Dalam cerita fiksi ilmiah seperti Star Trek, manusia dan makhluk planet lainnya mengelilingi luar angkasa menggunakan pesawat antariksa dengan 'warp speed' alias kecepatan tinggi yang saat ini tidak bisa dilakukan dengan teknologi yang ada.

Operation Warp Speed bertujuan untuk menghasilkan 300 juta dosis vaksin virus Corona yang aman dan efektif pada Januari 2021. Pada April lalu, Kementerian Kesehatan AS berkomitmen mengeluarkan USD 483 miliar untuk mendukung pengembangan vaksin di bawah Operation Warp Speed.



Simak Video "Kasus Corona di Rusia Tembus 1 Juta Kasus, Terbanyak Ke-4 Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)