Soal Amonium Nitrat dan Penyebab Ledakan Besar di Beirut, Lebanon

Soal Amonium Nitrat dan Penyebab Ledakan Besar di Beirut, Lebanon

Rosmha Widiyani - detikInet
Rabu, 05 Agu 2020 13:23 WIB
Ledakan Lebanon: Dubes RI antisipasi dampak ekonomi setelah ledakan menyebabkan puluhan meninggal dan ribuan luka-luka termasuk satu perempuan WNI
Soal Amonium Nitrat dan Penyebab Ledakan Besar di Beirut, Lebanon (Foto: BBC World)
Jakarta -

Ledakan di Beirut, Lebanon, yang berdampak buruk pada kehidupan di negara tersebut menyita perhatian dunia internasional. Penyelidikan awal yang sedang berlangsung menyingkap peran senyawa amonium nitrat terkait penyebab ledakan besar di Beirut, Lebanon.

"Tidak dapat diterima ada 2.750 ton amonium nitrat tersimpan di gudang selama enam tahun, tanpa ada tindakan pengamanan. Kami tidak akan tinggal diam. Saya tidak akan istirahat hingga tahu siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini dan memberikan sanksi," kata Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab, seperti diungkapkan juru bicaranya pada wartawan dikutip dari Deutsche Welle.

Apakah yang dimaksud amonium nitrat terkait penyebab ledakan di Beirut, Lebanon?

Amonium nitrat adalah senyawa kimia yang memiliki banyak fungsi, mulai dari bahan pupuk hingga pembuatan bom atau peledak. Menurut sumber pemerintah setempat, amonium nitrat menjadi bahan pupuk yang disimpan dalam gudang sejak 2014. Pupuk disita dari kapal kargo dan menunggu tindakan lebih lanjut, misal dilelang atau dibuang.

Dikutip dari Guardian, amonium nitrat sebagai bahan pupuk adalah sumber nitrogen yang baik untuk tanaman. Sedangkan untuk peledak biasanya digunakan dalam pertambangan. Namun amonium nitrat tidak bersifat mudah meledak (eksplosif) dengan sendirinya.

Produksi amonium nitrat dengan rumus kimia NH4NO3 ini relatif sederhana. Senyawa ini dapat diperoleh dengan mereaksikan gas amonia (NH3) dengan asam nitrat (HNO3) yang kemudian membentuk larutan yang pekat dan panas. Ketika larutan ini lalu dikristalkan maka akan terbentuk amonium nitrat dalam bentuk padat.

Menurut pengajar senior teknik kimia, Gabriel da Silva dari University of Melbourne, amonium nitrat tidak menginisiasi api. Bahan kimia ini bersifat oksidator yang menyerap oksigen dari lingkungan sekitar. Oksigen yang diserap amonium nitrat inilah yang mengakibatkan api mudah membesar.

Namun sifat oksidator amonium nitrat hanya bisa menjadi ledakan dalam kondisi tertentu. Misal saat amonium nitrat tercemar minyak hingga menjadi sangat eksplosif. Unsur kimia bisa menghilang di udara dengan sangat cepat namun tidak dengan bahan pencemarnya.

"Menurut saya inilah yang terjadi pada ledakan di Beirut, Lebanon. Jika melihat asap yang dihasilkan dari ledakan tersebut warnanya seperti merah darah. Warna ini disebabkan kandungan cemaran nitrogen oksida di udara," kata Da Silva.

Peristiwa serupa pernah terjadi pada 1947 yang dikenal dengan nama Texas City Disaster. Sekitar 2.300 ton amonium nitrat meledak dan membunuh sekitar 500 orang. Ledakan menciptakan gelombang pasang setinggi 4,5 meter. Jika ledakan di Beirut, Lebanon, terkait dengan sekitar 2.700 ton amonium nitrat maka dampak dirasakan lebih besar daripada Texas City Disaster.



Simak Video "From Rusia With Love, Bantuan ke Lebanon Diterbangkan"
[Gambas:Video 20detik]
(row/pal)