Hadi Pranoto Salah Data Soal Baja, Ini 10 Fakta Ilmiahnya

Hadi Pranoto Salah Data Soal Baja, Ini 10 Fakta Ilmiahnya

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Senin, 03 Agu 2020 14:12 WIB
PT Krakatau Steel (persero) Tbk kembali membangun pabrik pipa baja untuk anak perusahaannya, PT Krakatau Hoogoven Indonesia di Cilegon. Total Investasinya mencapai Rp 335,6 miliar dengan target´┐Ż kapasitas produksi 150.000 ton per-tahun. Yuk, kita lihat proses produksi pipa baja di pabrik tersebut.
Ilustrasi pipa baja (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Hadi Pranoto dan musisi Anji dalam video kontroversialnya, dikritik karena banyak salah data dari soal COVID-19 sampai titik leleh baja. Mungkin mereka perlu tahu fakta-fakta ilmiah soal baja.

Video percakapan antara Erdian Aji Prihartanto atau Anji dengan Hadi Pranoto yang mengklaim sebagai pakar mikrobiologi, sempat viral lalu menghilang dari Youtube. Selain klaim soal penemuan obat COVID-19, ada lagi kesalahan fakta soal baja.

Hadi Pranoto menyebut titik leleh baja pada temperatur 350 derajat celcius. Ucapan ini dikritik banyak orang karena ngawur. Nyatanya mungkin bukan cuma Hadi Pranoto, tapi masih banyak orang belum tahu sifat-sifat ilmiah pada baja dan karakter uniknya.

Banyak website perusahaan-perusahaan baja di dunia punya halaman serba-serbi ilmiah tentang logam yang populer ini seperti dihimpun detikINET dari berbagai sumber, Senin (3/8/2020).

Inilah 10 fakta ilmiah tentang baja:

1. Baja tidak ada dalam tabel periodik kimia

Masih ingat pelajaran kimia? Tahukah kamu, kalau baja tidak ada dalam daftar tabel periodik itu. Jadi logam apakah ini? Menurut Ensiklopedia Britannica, baja adalah campuran 98% besi dan 2% karbon yang justru bukan logam.

2. Sejarah penggunaan baja

Baja sudah ditemukan arkeolog tahun 1800 SM. Namun penggunaannya diperkirakan mulai tahun 326 SM. Bangsa yang diduga pertama kali menggunakan baja adalah India.

3. Cara membuat baja

Pada awalnya, baja dibuat dengan cara menambang bijih besi langsung dari Bumi. Ini kemudian dilebur dalam tanur tinggi di mana kotoran dikeluarkan dan karbon ditambahkan. Kotoran yang dibuang adalah silika, fosfor, dan belerang. Pengotor ini harus dihilangkan karena bersama-sama mereka melemahkan senyawa baja. Kotoran dibuang dengan dua cara yaitu Basic Oxygen Furnace (tanur ditiup oksigen) atau Electric Arc Furnace (tanur listrik tegangan tinggi).

4. Suhu leleh baja

The Engineering ToolBox mencatat data melting temperatur atau suhu leleh setiap jenis logam adalah berbeda-beda. Baja karbon meleleh pada suhu 1.425-1.540 derajat celcius. Sedangkan baja stainless meleleh pada suhu 1.510 derajat celcius. Jadi bukan 350 derajat Celcius seperti kata Hadi Pranoto.