Mungkinkah Kita Hidup di Bulan?

Mungkinkah Kita Hidup di Bulan?

Aisyah Kamaliah - detikInet
Selasa, 28 Jul 2020 09:51 WIB
Ilustrasi Super Moon
Ilustrasi Bulan. Foto: Dikhy Sasra/detikcom
Jakarta -

Gagasan membangun peradaban di Bulan telah lama menjadi imajinasi orang. Tapi bagaimana rasanya hidup di bulan?

Eksplorasi ruang angkasa pun juga lama berfokus pada Bulan. Sebuah pesawat ruang angkasa Soviet tahun 1959 memotret sisi jauh Bulan untuk pertama kalinya, dan pada tahun 1969, NASA mendaratkan orang-orang di permukaan bulan untuk pertama kalinya.

Banyak misi yang mengikuti, termasuk Lunar Reconnaissance Orbiter milik NASA yang menjadi rumah peta bulan topografi beresolusi tertinggi dengan mencakup 98,2 persen permukaan bulan.

Secara keseluruhan, data yang dikirim kembali dari berbagai misi menunjukkan bahwa hampir tidak ada tempat di Bulan yang potensial menjadi tempat untuk hidup.

Siang hari di Bulan berlangsung selama sekitar 14 hari Bumi dengan suhu rata-rata 253 derajat Fahrenheit atau 123 derajat Celsius, sementara malam Bulan juga berlangsung selama 14 hari Bumi (karena rotasi Bulan) dan mempertahankan suhu dingin sekitar -233 derajat Celsius.

"Tentang satu-satunya tempat kita dapat membangun pangkalan, anehnya, berada di dekat kutub bulan," kata Rick Elphic, ilmuwan proyek untuk penyelidikan LADEE NASA, yang mempelajari atmosfer Bulan.

Daerah-daerah ini kemungkinan menyimpan sejumlah besar air atau es dan tingkat cahaya rendah dari Matahari selama beberapa waktu. Suhunya sekitar 0 derajat Celsius, demikian melansir Space.

Hmm mungkin di masa mendatang, wisata atau hidup di Bulan bisa saja terwujud. Bagaimana menurut kalian, detikers?



Simak Video "Tersandung hingga Terjatuh, Tingkah Astronaut saat Mendarat di Bulan"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)