4 Eksperimen Kontroversial yang Bikin Geger Dunia

4 Eksperimen Kontroversial yang Bikin Geger Dunia

Aisyah Kamaliah - detikInet
Senin, 27 Jul 2020 05:48 WIB
Anjing berkepala dua.
Anjing berkepala dua. Foto: Medium
Jakarta -

Eksperimen kontroversial di dunia ini banyak terjadi. Sejarah mencatatnya. Meski sains dan ilmu pengetahuan adalah hal yang baik untuk digali, ada kode etik dan masalah sosial lainnya yang perlu diperhatikan.

Berikut ini adalah sejumlah eksperimen yang berujung pada kecaman publik:

1. Anak babi campuran monyet

Untuk pertama kalinya, dua anak babi campuran dengan DNA monyet lahir di China pada tahun 2019. Penelitian ini dikembangkan oleh sebuah tim ilmuwan dari Negera Tirai Bambu.

Sedihnya, kedua anak babi tersebut hanya bertahan hidup selama seminggu sebelum akhirnya mati, walau keduanya dalam kondisi normal. Penelitian ini mendapat kecaman dari komunitas ilmuwan, mereka berpendapat menciptakan chimera (pencampuran genetik) adalah suatu masalah etika.

2. Bayi hasil rekayasa genetik

China telah menghentikan penelitian yang dilakukan ilmuwan yang mengklaim telah menciptakan bayi hasil rekayasa genetika pertama di dunia. Pemerintah China akan menginvestigasi penelitian tersebut.

Ialah Profesor He Jiankui yang mengaku telah mengubah DNA embiro sepasang bayi perempuan kembar bernama Lulu dan Nana, dengan maksud mencegah keduanya terkena HIV. Eksperimen ini membawanya ke ranah hukum dengan alasan 'praktik medis ilegal' dan dijatuhkan hukuman 3 tahun penjara, mengutip Science Mag.

3. Operasi anjing berkepala dua

Pada tahun 1948, Dr Vladimir Demikhov melakukan percobaan yang membuat gempar dunia. Setelah 23 kali percobaan, pada percobaan ke-24 ia berhasil menggabungkan dua anjing.

Demikhov memilih dua subjek yang berbeda, Shepard Jerman bernama Brodyaga dan seekor anjing kecil yang ia beri nama Shavka. Prosedur tersebut menjadikan Brodyaga sebagai inang dan Shavka akan menjadi anjing yang memasok leher dan kepala yang akan melekat pada tuan rumah.

Mirisnya, kedua anjing malang ini hanya mampu bertahan hidup selama empat hari, sebagaimana melansir Medium.

4. Skandal narkoba dan ketertarikan seksual lumba-lumba

Kontroversi penelitian yang didanai NASA dengan ilmuwan yang memberikan LSD juga tak lepas dari kecaman publik. Tentu saja ini melanggar kode etik. Ilmuwan yang awalnya bertujuan mengajari para lumba-lumba bahasa Inggris ini malah memakai narkoba yang biasa menimbulkan halusinasi.

Tak hanya itu, lumba-lumba jantan bernama Peter sampai menunjukkan ketertarikan seksual pada salah satu anggota peneliti dengan ereksi yang terjadi. Penelitian kontroversial ini berujung pada nihil -- sampai sekarang lumba-lumba tidak bisa mengeluarkan suara manusia.



Simak Video "Hasil Penelitian Baru, Covid-19 Mampu Bertahan di Benda"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/afr)