Hmm, Parfum Unik Ini Tawarkan Beraroma Bulan

Hmm, Parfum Unik Ini Tawarkan Beraroma Bulan

Virgina Maulita Putri - detikInet
Minggu, 19 Jul 2020 14:08 WIB
parfum beraroma bulan
Hmm, Parfum Unik Ini Tawarkan Beraroma Bulan Foto: Eau de Space
Jakarta -

Beberapa waktu lalu sebuah penggalangan dana di Kickstarter membuat heboh, karena menawarkan parfum beraroma luar angkasa. Kini, orang yang sama di balik penggalangan dana tersebut menawarkan inovasi lainnya yaitu parfum beraroma Bulan!

Orang di balik parfum beraroma unik ini adalah Steve Pearce, pendiri Omega Ingredients yang telah memproduksi parfum dengan aroma aneh, seperti rambut Cleopatra dan atmosfer di stasiun luar angkasa Mir milik Rusia.

Awalnya Pearce digaet oleh Product Manager Eau de Space Matt Richmond yang meluncurkan penggalangan dana di Kickstarter untuk Eau de Space, parfum dengan aroma luar angkasa yang dibuat berdasarkan deskripsi dari astronaut yang pernah melayang di orbit Bumi.

Penggalangan dana tersebut telah berhasil mengumpulkan lebih dari USD 470 ribu, dan mereka menetapkan target baru hingga USD 700 ribu. Untuk mencapai target baru tersebut, mereka menawarkan produk baru, yaitu Eau de Luna berupa parfum beraroma Bulan.

"Buka kunci target baru 'Smell of the Moon' dengan mengumpulkan USD 700.000 dan pilih salah satu dari 'The Smell of Space' atau 'The Smell of Moon'," tulis deskripsi kampanye tersebut yang dikutip detikINET dari Space, Sabtu (17/7/2020).

Kampanye penggalangan dana untuk Eau de Luna ini diumumkan pada 16 Juli kemarin, bertepatan dengan peringatan 51 tahun misi Apollo 11, misi luar angkasa pertama yang berhasil mendaratkan manusia di Bulan. Saat ini kampanye Eau de Space telah memiliki 10.699 pendukung dan akan berakhir pada 17 Agustus.

Sama seperti Eau de Space, Pearce juga mengandalkan deskripsi astronaut untuk mengembangkan Eau de Luna. Untuk mereproduksi aroma Bulan, ia terinspirasi dari deskripsi yang diberikan oleh Charlie Duke, astronaut Apollo 16, tentang regolith atau tanah Bulan.

"Ini merupakan aroma yang sangat kuat. Ini memiliki rasa -- menurutku seperti bubuk mesiu -- dan aroma seperti bubuk mesiu juga," kata Duke setelah mencium debu Bulan yang menempel di pakaian luar angkasanya.

Hal ini kemudian menarik perhatian Richmond. Setelah bekerjasama memproduksi Eau de Space, kini keduanya berkolaborasi untuk menjual Eau de Luna.

Richmond pun penasaran ingin melihat aroma mana yang akan lebih populer, aroma luar angkasa atau aroma Bulan. Tidak hanya sekedar gimmick, parfum ini juga dikembangkan untuk mendorong murid-murid lebih tertarik mempelajari sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM).

"Bulan lebih nyata dibanding luar angkasa, kalian bisa melihatnya tiap malam, dan mimpi Amerika untuk membawa manusia pertama ke Bulan menginspirasi banyak generasi," kata Richmond.

"Tapi, mengingat banyak orang yang mengumpulkan dana untuk sebotol Eau de Space, saya rasa Bulan harus bekerja lebih keras untuk menyusulnya," sambungnya.

Kalian bisa mendapatkan Eau de Space atau Eau de Luna alias parfum beraroma bulan dengan menyumbang mulai dari USD 29, dan satu botol lagi akan didonasikan ke program STEM di AS. Bagaimana detikers, kalian lebih penasaran dengan aroma luar angkasa atau Bulan?



Simak Video "Astronaut Beberkan Cara Pakai Toilet di Luar Angkasa"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/agt)