Misi Bersejarah Negara Arab ke Mars Harus Tertunda

Misi Bersejarah Negara Arab ke Mars Harus Tertunda

Agus Tri Haryanto, Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 15 Jul 2020 12:57 WIB
Uni Emirat Arab (UEA) berambisi untuk meluncurkan satelit Hope ke Mars, di mana bila itu sukses, maka akan menasbihkan UEA sebagai negara Arab pertama yang sukses menjalankan misi antarplanet.
Misi Bersejarah Negara Arab ke Mars Harus Tertunda. (Foto: Mohammed Bin Rashid Space Centre)
Jakarta -

Mimpi Uni Emirat Arab (UEA) meluncurkan misi bersejarah menuju Mars harus tertunda. Cuaca buruk jadi sandungan UEA sebagai negara Arab pertama yang bisa mencapai Mars.

Roket H-2A yang memuat satelit Hope seharusnya lepas landas dari Tanegashima Space Center, Jepang, pada Selasa (15/7) waktu setempat. Namun akibat cuaca buruk yang melanda, mengharuskan UEA menunda peluncurannya itu.

Sebagaimana dikutip dari Space, Rabu (15/7/2020) jadwal peluncuran berikutnya akan dilakukan pada Kamis (16/7) pukul 16.34 waktu setempat.




UEA setidaknya menggelontorkan uang sebanyak USD 200 juta dalam misi yang dinamakan Emirates Mars Mission ini. Bukan hanya sebagai misi bersejarah, misi ini juga bisa dibilang langkah ambisius UEA untuk jadi negara Arab pertama yang bisa mencapai antarplanet.

Sebelumnya, UEA pernah berpartisipasi dalam peluncuran satelit pada 2009 yang menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Korea Selatan. UEA juga tercatat pernah mengirimkan warga untuk jadi astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Jika peluncuran nanti berjalan dengan baik, maka Hope akan menghabiskan waktu sekitar tujuh bulan untuk mencapai Mars, yang mana diperkirakan baru tiba pada awal 2021. Di sana, Hope menjalani fungsinya dengan mengorbit Planet Merah selama satu tahun Mars atau setara dua tahun di Bumi.

Selama itu, Hope mempelajari atmosfer, cuaca dan iklim di Mars. Diharapkan penelitian dari wahana UEA ini jadi bekal ilmu terkait planet tersebut, mengapai di sana bisa kehilangan banyak udara dan air.

Diketahui, dalam misi bersejarah ini UEA berkolaborasi dengan pakar AS, kebanyakan proses produksi wahananya itu berlangsung di Laboratory for Atmospheric and Space Physics (LASP), University of Colorado. Akan tetapi banyak pekerjaan juga dilakukan di Mohammed Bin Rashid Space Centre (MBRSC), Dubai.

sepeda


Simak Video "Perdana! Uni Emirat Arab Siap Luncurkan Pesawat Peneliti ke Mars"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)