Nenek Moyang Dinosaurus yang Mungil Ditemukan di Madagaskar

Nenek Moyang Dinosaurus yang Mungil Ditemukan di Madagaskar

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 09 Jul 2020 06:00 WIB
nenek moyang dinosaurus berukuran mungil
Nenek Moyang Dinosaurus yang Mungil Ditemukan di Madagaskar Foto: Frank Ippolito/AMNH
Jakarta -

Mendengar kata dinosaurus yang terbersit di pikiran adalah hewan yang besar dan mengerikan. Tapi siapa sangka pendahulu mereka ada juga yang berukuran mungil dan imut-imut.

Nenek moyang dinosaurus tersebut bernama Kongonaphon kely yang memiliki panjang 40 cm dan tinggi 10 cm. Dalam posisi berdiri, Kongonaphon mungkin terlihat lebih kecil dari ponsel yang beredar saat ini.

Dikutip detikINET dari The Guardian, Kamis (9/7/2020) hewan ini merupakan reptil kecil pemakan serangga yang hidup Madagaskar di zaman Triassic sekitar 237 juta tahun yang lalu. Kongonaphon merupakan predator dengan kaki panjang yang berjalan dengan dua kaki.

Dari bentuk giginya yang kecil, mengerucut dan tidak bergerigi, Kongonaphon sepertinya memakan serangga atau binatang invertebrata berukuran kecil. Makanan utamanya ini yang menginspirasi namanya yang jika diartikan berarti pembantai serangga kecil.

Kongonaphon merupakan bagian dari grup bernama Ornithodira yang mencakup garis keturunan evolusi yang berujung pada kelahiran dinosaurus dan pterosaurus.

"Berdasarkan analisis statistik dari ukuran tubuh, kami berargumen bahwa dinosaurus dan pterosaurus berevolusi dari nenek moyang berukuran miniatur," kata ahli paleontologi dari Museum of Natural Sciences Christian Kammerer.

"Evolusi gigantisme dari nenek moyang berukuran kecil tidak jarang dalam sejarah fosil," tambah ahli paleontologi dari American Museum of Natural History John Flynn.

Dinosaurus dan pterosaurus pertama kali muncul sekitar 230 juta tahun yang lalu. Dinosarus generasi awal adalah Herrerasaurus yang berukuran 6 meter, sedangkan pterosaurus generasi awal adalah Eudimorphodon yang seukuran burung merpati.

Tapi dinosaurus dan pterosaurus ini terus berevolusi hingga ukurannya menjadi raksasa. Seperti dinosarus Argentinosaurus yang panjangnya mencapai 35 meter.

"Dalam konteks gigantisme yang lebih belakangan, adanya binatang seperti Kongonaphon yang bisa muat di tangan hampir seperti paradoks. Tapi, ini sesuai dengan pola lebih luar yang kita amati di waktu ini," kata Kammerer.

"Ada tren berkelanjutan menuju ukuran tubuh dewasa yang lebih kecil di sejarah awal garis keturunan ini. Ini tidak hanya berbasis pada Kongonaphon, tapi juga pada reptil kecil yang dekat dengan garis keturunan dinosaurus dan pterosurus," pungkasnya.



Simak Video "Ngeri! Ini Dia Beragam Teori tentang Kemusnahan Hidup di Muka Bumi"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/afr)