John Nash, Kisah Ilmuwan yang Suka Halu Tapi Menang Nobel

John Nash, Kisah Ilmuwan yang Suka Halu Tapi Menang Nobel

Aisyah Kamaliah - detikInet
Selasa, 07 Jul 2020 07:38 WIB
John Nash Beautiful Mind
John Nash yang disegani banyak orang (Foto: Manan Vatsyayana/AFP)
Jakarta -

Alkisah, hiduplah seorang ilmuwan matematika yang mengidap skizofrenia dan berhasil memenangkan Nobel. Ini bukan dongeng, melainkan kisah nyata John Forbes Nash.

John Nash merupakan ilmuwan peraih gelar doktoral dari Princeton University. Ia dijuluki sebagai orang yang memiliki bakat alami dalam bidang matematika dan disegani. Kegemarannya adalah membaca, bermain catur dan ia sering bersiul. Ia memiliki istri cantik yang merupakan ilmuwan juga yakni Alicia Larde.

Pintar dan dikagumi banyak orang, nasib Nash mulai berubah ketika mengembangkan gejala skizofrenia pada akhir 1950-an. Kala itu usianya sekitar 30 tahun.

Dia mulai menunjukkan perilaku aneh dan mengalami paranoia dan delusi sebagaimana mengutip New York Post. Selama beberapa dekade berikutnya, ia dirawat di rumah sakit beberapa kali, dan berhenti-pakai untuk pengobatan menggunakan obat antipsikotik.

Nash disuntik dengan insulin, pernah juga melarikan diri untuk sementara waktu ke Eropa. Selama bertahun-tahun ia menjelajahi kampus Princeton sembari mencoret-coret formula yang tidak dapat dimengerti di papan tulis yang sama di Fine Hall. Ujian bertambah ketika ia harus mengalami perceraian.

Melawan skizofrenia dan teman-teman khayalannya bukan hal mudah dan menginspirasi pembuatan film 'A Beautiful Mind' dimana terungkap bahwa dia punya banyak teman khayalan. Nash mengalami perubahan pada awal tahun 1990-an.

"Saya lepas dari pemikiran irasional, pada akhirnya, tanpa obat selain perubahan hormon alami akibat penuaan," tulis Nash dalam email ke Dr Kuhn, koleganya, pada tahun 1996.

Ambisinya untuk membuktikan bahwa matematika bukan sekadar angka melainkan bisa membantu segala bidang pada akhirnya membawa John Nash menerima Nobel Memorial Prize in Economic Sciences tahun 1994.

Tak cuma memenangkan hadiah Nobel, ia juga memenangkan kembali hati Alicia Larde untuk menjadi tambatan hatinya.

"Saya pikir kontribusi matematika murni Nash ada pada level itu. Sangat, sangat sedikit makalah yang ia tulis tentang topik yang berbeda, tetapi sekalinya ada memiliki dampak yang luar biasa," Barry Mazur Professor of Mathematics di Harvard memuji Nash.

Sosok Nash yang dielu-elukan karena kepintarannya ini akhirnya mengembuskan napas terakhirnya akibat kecelakaan mobil yang menewaskan ia dan sang istri. Ilmuwan ini meninggal di umur 86 tahun (1928-2015) dan meninggalkan luka mendalam bagi orang-orang yang berkecimpung di dunia sains.



Simak Video "Lebih Ngeri dari Corona, Kondisi Bumi 50 Tahun Lagi Diprediksi Tak Layak Huni"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)