Musim Dingin Abadi Pernah Landa Bumi - Halaman 2

Musim Dingin Abadi Pernah Landa Bumi

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 01 Jul 2020 07:04 WIB
Potret Musim Dingin di Kanada, Penuh Salju Menawan
Ilustrasi musim dingin (Foto: Arpawi Harun/d'traveler)

Asteroid meninggalkan jejak kawah selebar 193 kilometer di Semenanjung Yucatan di Meksiko. Hanya beberapa menit sesudah jatuhnya batu antariksa itu, semua benda dalam jarak ratusan kilometer terbakar.

Setelah kejadian itu, temperatur di Bumi kemudian anjlok akibat hujan asam turun dan Matahari terhalang sinarnya berbulan-bulan. Setelah itu, terjadilah musim dingin abadi. Diperkirakan 90% tumbuhan dan 70% hewan punah karena kondisi tersebut.

Periset memadukan ilmu geologi dan model matematika untuk menggambarkan kondisi lingkungan agar dinosaurus tetap dapat hidup. Disimpulkan bahwa hanya hujaman asteroid yang bisa merusak seluruh habitat, sementara aktivitas vulkanis masih menyisakan kemungkinan habitat.

Setelah hawa dingin jangka panjang akibat terjangan asteroid, panas dari gunung berapi justru memulihkan banyak habitat dan akhirnya membantu kehidupan baru berkembang setelah bencana dahsyat itu.

"Kami punya bukti baru yang mengindikasikan letusan gunung berapi yang terjadi di kisaran waktu yang sama mungkin menurunkan dampak lingkungan yang disebabkan tabrakan asteroid itu, terutama dalam menaikkan temperatur setelah musim dingin," papar Dr Chiarenza.

"Panas vulkanik ini membantu survival dan pemulihan binatang dan tumbuhan yang berhasil lolos dari kepunahan, termasuk burung dan mamalia," imbuh dia.

(fyk/afr)