China Lengkapi Sistem Navigasi Pesaing GPS

China Lengkapi Sistem Navigasi Pesaing GPS

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 24 Jun 2020 14:42 WIB
FILE PHOTO: A Long March-3B rocket carrying Change 4 lunar probe takes off from the Xichang Satellite Launch Center in Sichuan province, China December 8, 2018.  REUTERS/Stringer/File Photo ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. CHINA OUT.
China Lengkapi Sistem Navigasi Pesaing GPS (Foto: REUTERS/Stringer/File Photo)
Jakarta -

China telah berhasil meluncurkan satelit terakhir untuk melengkapi sistem navigasi global miliknya. Sistem ini dirancang sebagai alternatif dari GPS dan akan membantu China untuk melepas ketergantungannya pada Amerika Serikat.

Sistem navigasi bernama Beidou ini telah digarap selama lebih dari dua dekade dan memperlihatkan ambisi China untuk untuk menguasai teknologi dan antariksa di panggung global.

Ahli sebelumnya mengatakan bahwa Beidou akan membantu militer China tetap bisa online jika misalnya terjadi konflik dengan AS. Tapi peluncuran ini juga merupakan bagian dari upaya China untuk memperluas pengaruh teknologinya secara global.

Dikutip detikINET dari Space, Rabu (24/6/2020) satelit terakhir Beidou Navigation Satllite (BDS) dibawa menggunakan roket Long March 3B. Roket tersebut meluncur ke orbit dari Xichang Satellite Launch Center pada Rabu (23/6) pukul 09.43 waktu Beijing dan dinyatakan sukses pada pukul 10.15 waktu setempat.

China mulai mengembangkan sistem satelit Beidou pada tahun 1990-an, dengan satelit pertama meluncur pada Oktober 2000 dan menyediakan layanan berbasis satelit di China.

Sistem ini mendapatkan upgrade pertamanya pada awal 2009 dan selesai pada tahun 2012. Upgrade ini memperluas cakupan Beidou hingga Asia Pasifik.

Versi terakhir dan komplit sistem ini, yang disebut BDS-3, terdiri dari 30 satelit yang bisa digunakan untuk positioning dengan presisi tinggi hingga komunikasi pesan pendek. Dengan lengkapnya sistem ini maka jaringan Beidou bisa memberi layanan secara global.

GPS bukan satu-satunya rival Beidou dalam dunia navigasi. Rusia juga memiliki satelit navigasi Glonass-M untuk melayani militer Rusia di daratan, laut dan udara. Eropa juga memiliki sistem Galileo yang telah beroperasi pada 2016 dan akan meluncurkan satelit terakhirnya pada akhir 2020.



Simak Video "China Luncurkan Satelit Observasi Gaofen-13"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)