700 Matahari Muat ke Dalam Atmosfer Bintang Antares!

700 Matahari Muat ke Dalam Atmosfer Bintang Antares!

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 19 Jun 2020 13:16 WIB
Matahari
Foto: Ilustrasi Matahari/NASA
Jakarta -

Para astronom mengungkap atmosfer Antares dalam detail menakjubkan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Luar biasa besar ukurannya, kira-kira bisa muat hingga 700 Matahari.

Untuk diketahui, Antares sendiri adalah bintang merah super raksasa sekaligus bintang malam paling terang di rasi bintang Scorpio dalam galaksi Bima Sakti.

Menggunakan Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) di Chili dan Karl G. Jansky Very Large Array (VLA) milik National Science Foundation di New Mexico, tim peneliti internasional membuat peta radio paling detail namun dari atmosfer Antares.

Faktanya, seperti dikutip dari Space.com, ini adalah peta radio paling detail yang pernah dibuat untuk bintang mana pun selain Matahari kita.

Sementara diameter Antares sekitar 700 kali lebih besar dari Matahari dalam cahaya tampak, peta ini mengungkapkan bahwa, seperti terlihat pada cahaya radio, atmosfer bintang membentang lebih jauh dan bahkan lebih besar.

Dengan peta terperinci ini, tim peneliti menemukan bahwa kromosfer Antares, lapisan gas yang menciptakan atmosfer luar bintang bersama koronanya, membentang hingga 2,5 kali radius bintang. Sebagai perbandingan, kromosfer Matahari kita hanya mencapai 0,5% dari jari-jari bintang kita.

AntaresAntares Foto: Istimewa

"Ukuran bintang dapat bervariasi secara dramatis tergantung pada panjang gelombang cahaya apa yang diamati," kata Eamon O'Gorman, peneliti dari Dublin Institute for Advanced Studies di Irlandia yang memimpin studi ini.

"Semakin panjang gelombang VLA, akan mengungkap atmosfer super raksasa ini hingga hampir 12 kali radius bintang," sambungnya.

Untuk membuat peta ini, ALMA mengamati photosphere Antares, atau lapisan tempat sebagian besar photon (partikel cahaya) tampak berasal, dalam panjang gelombang yang lebih pendek.

VLA mengamati panjang gelombang yang lebih panjang di atmosfer bintang lebih jauh. Teleskop radio juga mengamati dan mengukur suhu gas dan plasma di atmosfer bintang.

Untuk pertama kalinya, mereka mampu mendeteksi kromosfer menggunakan gelombang radio. Selain itu, mereka tidak hanya menemukan bahwa ukurannya membentang 2,5 kali jari-jari bintang, tetapi juga mengetahui suhunya.

Tim peneliti menemukan bahwa kromosfer Antares lebih dingin daripada pengamatan optik dan ultraviolet sebelumnya, memuncak pada suhu 3.500 derajat Celsius. Data ini secara signifikan lebih dingin daripada kromosfer Matahari kita yang suhunya hampir 20.000 derajat Celcius.

"Kami menemukan bahwa kromosfer bukan panas melainkan lebih hangat dalam suhu bintang. Perbedaannya dapat dijelaskan karena pengukuran radio kami adalah termometer sensitif untuk sebagian besar gas dan plasma di atmosfer bintang. Sedangkan pengamatan optik dan ultraviolet yang lalu hanya sensitif terhadap gas dan plasma yang sangat panas," jelasnya.

Ditambahkannya, selama ini pemahaman kita saat berbicara tentang langit malam adalah, bintang hanya sebuah titik cahaya. Fakta bahwa manusia kini dapat memetakan atmosfer bintang super raksasa ini secara terperinci, adalah bukti nyata akan kemajuan teknologi dalam interferometri.



Simak Video "Misi Astronot AS dan Jepang di Luar Angkasa"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)