Awas Super Spreader! 20% Pasien Corona Sebabkan 80% Penularan

Awas Super Spreader! 20% Pasien Corona Sebabkan 80% Penularan

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Minggu, 07 Jun 2020 06:01 WIB
Petugas medis berpose usai melaksanakan tes swab COVID-19 di Stasiun Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2020). Kementerian Kesehatan mengalokasikan anggaran berupa dana siap pakai untuk insentif bagi tenaga kesehatan sebesar Rp5,2 triliun dalam rangka penanganan pandemi virus corona. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/wsj.
20% Pasien Corona Sebabkan 80% Penularan (Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Jakarta -

Riset terbaru COVID-19 jadi bukti kalau risiko menulari lebih tinggi dari pada ketularan. Jangan sampai Anda menjadi super spreader.

Universitas Hong Kong merilis hasil riset terbaru mereka terkait virus Corona. Diberitakan Daily Mail seperti dilihat Sabtu (6/6/2020) para ilmuwan menemukan data bahwa 70 persen pasien tidak menulari orang lain.

Namun, ada 20 persen orang yang menderita COVID-19 bertanggung jawab pada 80% penularan virus Corona. Sementara 10 persen sisanya hanya menulari orang dekat seperti keluarga dan teman kantor. Artinya, super spreader bertanggung jawab terhadap penyebaran pandemi ini.

"Kegiatan yang menyebabkan superspreading terjadi lebih banyak dari yang kita duga, lebih dari yang bisa dijelaskan dengan kemungkinan. Frekuensi superspreading lebih dari yang kita bayangkan," kata Ben Cowling, salah satu peneliti.


Ilmuwan menyebutkan ada orang-orang tertentu yang sanggup menyebarkan virus Corona ke banyak sekali orang. Ada juga momen kegiatan tertentu yang menyebabkan COVID-19 langsung menyebar ke banyak orang.

Untuk mendukung riset ini, tim ilmuwan mempelajari 1.000 kasus penularan virus Corona di Hong Kong dari 23 Januari-28 April. Mereka mempelajari data kapan dan dimana para pasien ketularan COVID-19.

"Keterpaparan sosial menghasilkan kasus sekunder dalam jumlah yang lebih besar daripada keterpaparan keluarga atau pekerjaan," tulis tim ilmuwan dalam laporan risetnya.

Hal ini senada dengan temuan tim ilmuwan dari London School of Hygiene and Tropical Medicine. Menurut mereka, acara seperti latihan paduan suara, kelas kebugaran, konferensi bisnis bisa menjadi kegiatan super spreader.

Sedangkan, tempat-tempat yang bisa menjadi lokasi super spreader adalah rumah sakit, tempat ibadah dan rumah panti. Nah, menjelang kita memasuki new normal, sepatutnya kita menyadari dan mewaspadai jangan sampai kita berada di lokasi dan kegiatan yang rawan dengan super speader ya!



Simak Video "38 Daerah Berubah Status Jadi Zona Hijau, Mana Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fay)