3 Skenario Pandemi Corona di Masa Depan

3 Skenario Pandemi Corona di Masa Depan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 13 Mei 2020 06:02 WIB
Ilustrasi Corona
Ilustrasi. Foto: Ilustrasi Corona
Jakarta -

Pandemi Corona masih merebak dan belum diketahui bagaimana situasinya di masa depan. Para periset di University of Minnesota, Amerika Serikat, coba meriset kondisi ini sekaligus 3 skenario yang mungkin terjadi.

Dikutip detikINET dari Live Science, mereka meneliti tentang 8 pandemi flu yang pernah terjadi di masa lalu dari tahun 1700 sampai pandemi Corona yang sekarang tengah melanda.

Akademisi itu menggarisbawahi bahwa SARS-CoV-2 bukanlah tipe influenza, tapi punya kemiripan dengan pandemi virus flu. Misalnya sama-sama menyasar sistem pernapasan, populasi yang terdampak belum punya kekebalan, serta bisa menyebar tanpa gejala.

Lantaran begitu mudah COVID-19 menular, diperlukan 60-70% populasi mencapai kekebalan untuk menimbulkan herd immunity dan menghentikan pandemi. Hal itu membutuhkan waktu karena di Amerika Serikat misalnya, relatif baru sedikit populasi yang terkena.

Berikut adalah 3 skenario pandemi Corona di masa depan menurut riset dari University of Minnesota:

1. Dalam skenario ini, gelombang COVID-19 yang terjadi sekarang akan diikuti beberapa gelombang lebih kecil yang naik turun dan terjadi secara konsisten selama periode 1 sampai 2 tahun, tapi perlahan-lahan hilang pada tahun 2021.

2. Kemungkinan kedua adalah gelombang awal COVID-19 akan diikuti oleh gelombang kasus lebih besar di musim gugur atau musim dingin mendatang, seperti yang terjadi pada pandemi flu tahun 1918. Kemudian, satu atau beberapa gelombang lebih kecil akan muncul di 2021.

3. Skenario terakhir, gelombang awal COVID-18 mungkin bakal diikuti transmisi dan kasus COVID-19 yang melambat dan munculnya kasus-kasus yang tidak punya pola yang jelas.

Jika ada gelombang baru kasus, area yang terdampak perlu terus menerapkan langkah mitigasi seperti yang sudah dilakukan, seperti social distancing.

"Apapun skenarionya, kita harus mempersiapkan setidaknya 18 sampai 24 bulan aktivitas COVID-19 yang signifikan, dengan hotspot muncul secara berkala di area geografis yang berbeda-beda," pungkas mereka.



Simak Video "Kematian Akibat Covid-19 di Brasil Capai 400 Ribu Kasus "
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)