Pengalaman Mengerikan Pasien Pertama Corona di New York

Pengalaman Mengerikan Pasien Pertama Corona di New York

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 12 Mei 2020 17:21 WIB
Positive blood test result for the new rapidly spreading Coronavirus, originating in Wuhan, China
Ilustrasi. Foto: iStock
New York -

Virus Corona COVID-19 kini jadi masalah besar di Amerika Serikat dengan negara bagian New York punya angka penderita paling banyak. Salah satu patient zero atau pasien pertama yang terdeteksi di kota tenar itu adalah Lawrence Garbuz.

Bulan Februari, dia sakit dan mengira cuma kena flu, sama sekali belum berpikir ke arah COVID-19. Namun pengacara berusia 50 tahun ini ternyata kemudian dipastikan positif Corona dan sempat koma. Ya, penyakit itu hampir saja membunuhnya.

Dikutip detikINET dari NBC, pada bulan Februari memang pandemi Corona masih belum begitu diwaspadai di AS. Pemerintah kota New York juga belum memberlakukan lockdown. Lagipula Garbuz biasanya cuma di kantor, belum diketahui persisnya bagaimana dia bisa tertular.

"Saya kira pada waktu itu kita masih fokus pada individu yang bepergian keluar negeri, yang belum pernah saya lakukan," kisahnya.

Setelah diketahui positif Corona, daerahnya di New Rochelle langsung dikarantina. Itulah salah satu kasus permulaan Corona kemudian menulari banyak warga New York.

"Saya pikir cuma batuk biasa. Batuk di musim dingin dan jujur saja, staff medis pun tak berpikir tentang itu (Corona) pada awal mereka memeriksa saya," imbuh Garbuz.

Adina sang istri menceritakan kalau suaminya dikira punya pneumonia, tapi kondisinya bertambah buruk sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit dan kemudian koma. Padahal ia diklaim tak punya penyakit bawaan.