Perjalanan Virus Corona, dari 'Patient Zero' Jadi Ancam Dunia

Perjalanan Virus Corona, dari 'Patient Zero' Jadi Ancam Dunia

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 24 Apr 2020 04:14 WIB
Ilustrasi Corona
Perjalanan Virus Corona, dari 'Patient Zero' Jadi Ancam Dunia (Foto: Ilustrasi Corona)
Jakarta -

Virus corona COVID-19 benar-benar merepotkan hampir semua negara, saat ini menjangkiti sekitar 2 juta orang dan menimbulkan 170 ribu kematian. Belum lagi kerugian masif di sisi ekonomi. Semuanya kemungkinan dari patient zero, penderita pertama COVID-19.

Sampai saat ini, meskipun sudah ada beberapa penelitian, belum dapat disimpulkan siapa sebenarnya patient zero. Akan tetapi cenderung diyakini, penderita pertama corona bermukim di Provinsi Hubei, China dan kemungkinan di kota Wuhan.

Dari situlah COVID-19 perlahan-lahan menyebar cepat. Dikutip detikINET dari ABC, menjelang tahun baru 2020, tepatnya pada 31 Desember, China melapor ke WHO ada kasus pneumonia aneh terjadi di Wuhan sejak 12 Desember. Gejalanya mirip SARS yang pernah melanda beberapa waktu silam.

Pada awalnya, virus misterius itu dianggap tidak menular antar manusia. Akan tetap kenyataan berkata lain. Meskipun tidak sama mematikan seperti SARS, COVID-19 begitu cepat menular.

Di Januari, pejabat China menutup pasar Huanan Seafood Wholesale Market di Wuhan karena dua pertiga dari kasus corona awal terlacak berasal dari sana. Berkembang kemudian teori corona menular dari hewan ke manusia meskipun sejauh ini, belum ada bukti sahihnya.

Studi dari periset China sempat mengklaim bahwa orang pertama yang didiagnosa COVID-19 terindentifikasi pada 1 Desember dan dia tidak ada hubungannya dengan Huanan Seafood Wholesale Market. Usianya sudah tua serta menderita Alzheimer.

"Dia tinggal jarak perjalanan 4 atau 5 bus dari pasar seafood itu dan karena dia sakit, dia tidak kemana-mana," sebut salah satu periset, dokter Wu Wenjuan.

Namun kemudian, terdapat beberapa versi siapa patient zero. Banyak yang ingin mengidentifikasinya karena dibutuhkan untuk pembelajaran di masa depan tentang bagaimana mencegah pandemi serupa.