7 Alasan Bersyukur Tinggal di Planet Bumi

7 Alasan Bersyukur Tinggal di Planet Bumi

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 22 Apr 2020 16:00 WIB
Bulatnya ampun
Planet Bumi. Foto: NASA
Jakarta -

Hari ini 22 April adalah hari Bumi, planet yang sungguh sempurna untuk makhluk hidup termasuk manusia. NASA pun menyebutkan beberapa alasan kenapa manusia harus tak henti bersyukur tinggal di planet ini.

Dihimpun detikInet, Rabu (22/4/2020) berikut daftarnya.

1. Bisa Bernapas Leluasa

Bernapas dengan oksigen di Bumi tampak seperti peristiwa biasa saja. Akan tetapi planet ini satu-satunya yang memungkinkan makhluk hidup menghirup udara bersih dengan bebas. Coba lihat seperti apa kondisinya di Planet Mars.

"Tanpa kostum antariksa yang menyediakan dukungan untuk hidup, manusia harus menghirup karbondioksida di sana, gas beracun yang biasanya kita keluarkan sebagai buangan. Selain itu, atmosfer tipis di Mars (100 kali lebih tipis dari Bumi), dan tiadanya medan magnet global akan membuat kita rentan terhadap radiasi berbahaya yang merusak sel dan DNA, gravitasi rendahnya pun akan memperlemah tulang kita," tulis Stacy Tiedeken dari Goddard Space Flight Center.

Planet MarsPlanet Mars Foto: NASA

2. Tanah Solid untuk Berpijak

Bumi diberkati dengan permukaan solid. Ilmuwan NASA pun membandingkan dengan Matahari. Jika mencoba berdiri di permukaan Matahari yang terlihat, disebut sebagai photosphere, Anda akan langsung jatuh 330 ribu kilometer menuju lapisan plasma sangat terkompresi. Belum lagi tekanan di sana 4,5 juta kali lebih kuat dari titik terdalam samudera di Bumi.

"Bersiaplah untuk jatuh dengan cepat, karena gravitasi Matahari 28 kali lebih kuat dari Bumi," sebut Miles Hatfield, penulis sains di NASA. Jangan lupakan pula betapa panasnya Matahari. Temperatur di photosphere mencapai 5.500 derajat Celcius, 10 kali lebih panas dari lava dan itu pun bukan area terpanas di bintang tersebut.

3. Musim-musim yang Rutin Berganti

Sejak permulaan sejarah, manusia merayakan pergantian musim di Bumi yang tidak pernah berhenti. Bandingkan dengan kondisi di planet Venus yang tidak punya musim dan begitu panasnya walaupun mungkin di masa silam, Venus pernah punya kondisi seperti di Bumi.

"Planet tetangga kita itu atmosfernya begitu tebal, 55 kali lebih padat dari Bumi, membuat Venus suhunya 465 derajat Celcius sepanjang tahun, lebih panas dari oven paling panas sekalipun. Atmosfer itu juga menghalangi langit, tidak mungkin melihat bintang dari permukaannya," tulis Lonnie Shekhtman, penulis sains NASA.