Sebagian Wilayah Merkurius Kemungkinan Layak Huni

Sebagian Wilayah Merkurius Kemungkinan Layak Huni

Aisyah Kamaliah - detikInet
Selasa, 07 Apr 2020 11:18 WIB
IN SPACE:  In this handout from NASA, Mercury is seen from the Messenger spacecraft January 14, 2008. Messenger was about 17, 000 miles from the closest planet from the Sun on its first of three passes by Mercury before settling into orbit in 2011.  (Photo by NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Carnegie Institution of Washington via Getty Images)
Planet Merkurius kemungkinan layak huni pada sebagian wilayahnya menurut studi baru. (Foto: NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Carnegie Institution of Washington via Getty Images)
Jakarta -

Mungkin kamu berpikir, dari tata surya, Merkurius adalah pilihan paling akhir sebagai tempat yang bisa dihuni mengingat planet ini adalah yang paling dekat dengan Matahari. Tapi studi terbaru menunjukkan bahwa Merkurius mungkin layak huni.

Para ilmuwan dari Planetary Science Institute (PSI) adalah yang mengatakan sebagian wilayah di bagian permukaan Merkurius kemungkinan bisa atau pernah memadai untuk prebiotik atau mikroskopis sederhana.

Temuan menarik ini kemudian dipublikasikan di Scientific Reports pada Maret silam. Studi ini berfokus pada medan Merkurius yang berkawah, dan 'menonjol' yang pertama kali dilihat oleh flybys Mariner 10 pada tahun 1974.

Ada gagasan yang berkembang tentang bagaimana struktur permukaan planet menjadi begitu, tetapi menurut penelitian baru medan ini terjadi karena menghilangnya sejumlah besar volatil (elemen kimia dan senyawa dengan titik didih rendah) di kerak Merkurius.

Medan yang dipelajari adalah antipodal, atau di sisi berlawanan langsung planet ini dari yakni 'Caloris Basin'. Analisis baru ini kemudian didasari gambar dengan resolusi lebih tinggi yang diambil oleh pesawat ruang angkasa MESSENGER.

Meskipun tidak semua bagian layak dihuni, tetapi jika hanya ada sekali kondisi layak huni dalam kurun waktu sebentar, peninggalan kimia prebiotik atau kehidupan yang belum sempurna masih mungkin tersisa.

Selain itu, diketahui juga es dan air masih dtemukan di Merkurius hari ini di kawah kutub dalam yang selalu dalam bayangan permanen yang membuatnya jauh lebih dingin karena tidak ada atmosfer untuk mendistribusikan panas dari daerah yang diterangi Matahari.

"Jika hasil ini dikonfirmasi, ini dan area serupa lainnya yang kolaps pada Merkurius dapat menjadi pertimbangan penting bagi lokasi pendaratan di masa depan untuk menyelidiki asal-usul kerak planet yang kaya volatil dan, mungkin, bahkan potensi astrobiologisnya," ujar ilmuwan PSI Mark Sykes.



Simak Video "Video NASA Detik-detik Merkurius Lintasi Matahari"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)