Rumah Sakit di New York Uji Pengobatan COVID-19 Pakai Antibodi

Rumah Sakit di New York Uji Pengobatan COVID-19 Pakai Antibodi

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 30 Mar 2020 19:48 WIB
Italia jadi salah satu negara dengan jumlah kasus COVID-19 yang cukup tinggi di luar China. Petugas medis di negara itu bahu membahu rawat pasien virus corona.
Rumah Sakit di New York Uji Pengobatan COVID-19 Pakai Antibodi. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Ilmuwan dan tenaga medis seluruh dunia berkejaran dengan waktu dalam penanganan COVID-19. Berbagai cara dicoba, termasuk salah satu temuan terbaru pengobatan dengan memanfaatkan antibodi.

Dikutip dari Ars Technica, cara ini relatif cepat, mudah, dan tidak memerlukan persetujuan lebih rumit untuk dilanjutkan, yaitu dengan mentransfer plasma darah dari orang yang sebelumnya terinfeksi virus corona.

Alasan di balik metode ini adalah, karena plasma darah ini akan mengandung antibodi alami yang dapat menetralkan virus corona dalam aliran darah, dan membatasi perkembangan infeksi aktif. Uji coba metode ini mulai dilakukan di New York, kota yang paling parah terdampak penularan virus corona di Amerika Serikat (AS).

Sebagai langkah awal, cara ini akan diuji pada mereka yang menderita gejala COVID-19 yang memerlukan rawat inap, tetapi belum berkembang menjadi gangguan pernapasan parah. Badan makanan dan obat-obatan AS, Food and Drug Administration (FDA) sudah menyetujui dilakukannya penelitian ini.

Rencananya, rumah sakit penguji akan bekerja sama dengan New York Blood Center yang biasanya mengoordinasikan sumbangan darah, trombosit, dan sumsum tulang. Pihak rumah sakit akan mendapatkannya dari donor dan menyaringnya untuk infeksi tambahan sebelum menyetujui untuk digunakan.

New York Blood Center juga akan memastikan plasma yang digunakan memiliki titer antibodi yang tinggi terhadap virus corona. Cara ini juga dapat membantu para dokter dan peneliti untuk lebih memahami berapa lama virus corona tetap ada pada tubuh seseorang setelah infeksi.

Sebelumnya, pejabat kesehatan senior di Wuhan, China dokter Zhang Dingyu, juga sudah mengajukan ide ini. Dia meminta pasien yang sembuh dari COVID-19 untuk menyumbangkan plasma darah mereka.

Permohonan ini diajukan setelah para peneliti China mengatakan mereka percaya, perawatan dengan memanfaatkan antibodi semacam itu bisa membantu orang pulih dari COVID-19.

Kita memang masih belum tahu apakah antibodi ini efektif terhadap infeksi yang sedang berlangsung. Terapi ini mungkin tidak berdampak apa-apa atau hanya sedikit memperlambat perkembangan. Tapi, ada peluang yang masuk akal bahwa cara ini akan membantu. Selalu ada harapan dalam situasi sesulit apapun.



Simak Video "Naik 687 Kasus, Kasus Covid-19 di RI Jadi 25.216"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)