Anak Pengupas Kopra asal Banten Wakili Indonesia di Ajang Sains Dunia

Anak Pengupas Kopra asal Banten Wakili Indonesia di Ajang Sains Dunia

Bahtiar Rifa'i - detikInet
Sabtu, 07 Mar 2020 16:22 WIB
ISEF
(Kiri-kanan) Putri Uswatun Hasanah, Pembimbing Penelitian Indra Surya Laksana dan Widya Wardiatul Aini. Foto: Bahtiar Rivai
Lebak -

Dua siswi dari SMA Negeri 1 Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, Putri Uswatun Hasanah dan Widya Wardiatul Aini, berhasil menjadi juara satu di perlombaan karya ilmiah yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Kemenangan ini mengantarkan keduanya mewakili Indonesia di ajang International Science and Engineering Fair (ISEF) di Amerika Serikat.

Kedua siswi ini membuat pakan ikan lele dari limbah sagu. Penelitian dilakukan pada 2019 dan dipresentasikan di Indonesia Science Expo di ICE BSD. Putri Uswatun, ketua tim penelitian, adalah anak pengupas kopra di Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping daerah selatan Banten.

M. Indra Surya Laksana, pembimbing kedua siswi bercerita, ada juara berbagai kategori dalam ajang karya ilmiah LIPI. Enam juara berhak mewakili Indonesia di Amerika. Namun LIPI hanya bisa membantu secara parsial 3 juara ke negeri Paman Sam. Tiga juara lainnya termasuk dari SMAN 1 Malingping, bisa berangkat melalui pembiayaan mandiri.

Pemberangkatan yang rencananya Mei 2020 ini sempat menghadapi kendala. Karena biaya pemberangkatan untuk 3 orang dibutuhkan sekitar Rp 170 juta.

"Sementara belum terkumpul, kami berupaya terus mencari, supaya benar-benar terkumpul," kata Indra berbincang dengan detikcom, Lebak, Banten, Sabtu (7/3/2020).

Sejauh ini, Indra mengatakan masih mencari biaya tambahan untuk bisa membawa dua siswinya di ajang internasional. Karena menurutnya, ini adalah kesempatan langka apalagi akan berkompetisi dengan pelajar dari 80 negara.

"Harapannya kita usahakan untuk berangkat, karena tidak sembarangan negara, ini kesempatan bagus atas nama nasionalisme mewakili Indonesia dan hanya 80 negara yang mempresentasikan," ujarnya.

Sementara, Putri sendiri senang bisa mewakili sekolahnya menjadi juara di ajang perlombaan sains internasional. Ia mengaku ingin membanggakan orang tuanya yang bekerja sebagai pengupas kopra di kampung.

"Kalau ada perlombaan seperti ini senang pengen ikutan aja. Terus mau membanggakan sekolah sama orang tua dan senang kalau melihat mereka senang," ujar Putri kepada detikcom.

Untuk persoalan biaya pemberangkaan, Putri sendiri mempercayakannya pada pihak sekolah. Ia mengaku sudah mempersiapkan segalanya agar karya penelitiannya berjudul Limbah Sagu Termodifikasi bisa bersaing dengan ilmuwan-ilmuwan muda dari berbagai negara.

(rns/rns)