DNA Dinosaurus Ditemukan di Fosil Berusia 75 Juta Tahun

DNA Dinosaurus Ditemukan di Fosil Berusia 75 Juta Tahun

Virgina Maulita Putri - detikInet
Sabtu, 07 Mar 2020 10:14 WIB
rekonstruksi dinosaurus Hypacrosaurus stebingeri
DNA Dinosaurus Ditemukan di Fosil Berusia 75 Juta Tahun Foto: Science China Press
Jakarta -

Film Jurassic Park sepertinya sedikit lagi akan menjadi kenyataan. Pasalnya peneliti berhasil menemukan sel tulang rawan, DNA dan kromosom di fosil dinosaurus berusia 75 juta tahun.

Penemuan ini tentu mengejutkan karena peneliti beranggapan DNA tidak bisa bertahan lebih dari satu juta tahun. Tapi penemuan ini bisa membantah anggapan tersebut dan bisa membuka kemungkinan ditemukannya lebih banyak DNA dinosaurus di masa depan.

Dikutip detikINET dari Science Alert, temuan ini didapatkan setelah meneliti tengkorak milik dua dinosaurus berparuh bebek (Hypacrosaurus stebingeri) yang pertama kali ditemukan pada 1980-an di Montana, AS.

Peneliti menemukan struktur berbentuk bulat, beberapa di antaranya saling terikat dan lainnya berdiri sendiri. Dilihat lebih jauh, beberapa lingkaran ini mengandung material yang mirip nukleus dan gulungan kusut lainnya yang menyerupai kromosom.

"Saya tidak bisa percaya, jantung saya nyaris berhenti berdegup," kata ahli paleontologi dari Chinese Academy of Sciences, Alida Bailleul. Saking terkejutnya, Bailleul tidak memberitahukan temuannya kepada siapa pun selama beberapa hari.

Mary Schweitzer, ahli biologi molekul yang membantu penelitian ini enggan menyebut temuan tersebut sebagai DNA. Schweitzer dulunya pernah mengklaim menemukan sel protein dari fosil Tyrannosaurus rex dan klaimnya tersebut disambut dengan kontroversi.

"Saya bahkan tidak mau menyebutnya DNA karena saya berhati-hati, dan saya tidak ingin melebih-lebihkan hasilnya. Ada sesuatu dalam sel-sel ini yang secara kimia konsisten dan merespon seperti DNA," kata Schweitzer kepada National Geographic.

Jika temuan ini memang terbukti sebagai DNA, informasi yang ada di dalam sel ini terlalu terbatas untuk dilakukan genome sequencing. Saat ini genom lengkap tertua yang berhasil dilakukan berusia 700.000 tahun.

Jadi, sepertinya mimpi untuk menghidupkan kembali dinosaurus dan membuat Jurassic Park menjadi kenyataan agak tidak mungkin tercapai. Tapi setidaknya informasi ini bisa digali lagi untuk mencari tahu lebih banyak tentang dinosaurus herbivora ini.

"Temuan baru yang menarik ini menambah bukti yang berkembang bahwa sel dan beberapa biomolekulnya dapat bertahan lama," kata Bailleul.

"Temuan ini mengindikasikan DNA bisa bertahan selama puluhan juta tahun, dan kami berharap penelitian ini akan mendorong para ilmuwan yang meneliti DNA kuno untuk melewati batas yang ada dan menggunakan metodologi baru untuk mengungkap semua rahasia molekuler yang dimiliki jaringan kuno," pungkasnya.



Simak Video "Mengenal Paleoartist, Ilustrator Manusia Purba dan Dinosaurus"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fyk)