Senin, 24 Feb 2020 13:15 WIB

Kematian Dedengkot Bumi Datar Jadi Kontroversi

Fino Yurio Kristo - detikInet
Mike Hughes, sang penganut bumi datar yang ingin membuktikan bahwa bumi itu tidak bulat. Mike Hughes. Foto: Facebook
California -

Mike 'Mad' Hughes meninggal dunia setelah percobaannya menerbangkan roket untuk membuktikan bahwa Bumi datar gagal. Tragedi itu dinilai tidak perlu terjadi.

Mike sudah mencoba terbang beberapa kali dengan roket buatan sendiri, yang ia bikin bersama rekannya bernama Waldo Stakes. Tentunya penerbangan itu risikonya sangat tinggi, apalagi Hughes mengakui bukan pakar dalam hal pembuatan roket.

Dia pernah mengaku siap jikalaupun harus kehilangan nyawa. "Sangat menakutkan, tapi tidak ada seorangpun dari kita lolos dari dunia ini dalam keadaan selamat," cetusnya.

Nah, salah satu yang memicu Mike untuk mencoba terus terbang adalah janji akan ditayangkan oleh stasiun televisi Science Channel. Pihak Science Channel telah melayangkan ucapan duka terhadap kematiannya, tapi mereka menjadi sasaran kritik.

Science Channel dinilai sengaja membiarkan Mike bunuh diri. "Seseorang harus menginvestigasi kalian dalam membantu dan memicu sebuah bunuh diri," sebut Sarah Parcak, seorang ilmuwan pakar negara Mesir.

"Rasanya Science Channel memang tidak bertanggungjawab dalam memberi umpan pada delusi pria ini," tulis seorang netizen di Twitter.

Andre Chalk selaku pakar review di PC Gamer ikut nimbrung. Science Channel disebutnya mengeksploitasi seorang pria yang mau membahayakan nyawa demi ketenaran.

"Dia mungkin saja masih hidup seandainya Science Channel tidak berjanji padanya akan mendapatkan pemirsa yang lebih banyak," ketusnya.

Kematian Dedengkot Bumi Datar Jadi Kontroversi



Simak Video "LAPAN: Komunitas Bumi Datar Tidak Percaya Gravitasi"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)