Startup AI Ini Sudah Prediksi Penyebaran Virus Corona Sejak 2019

Startup AI Ini Sudah Prediksi Penyebaran Virus Corona Sejak 2019

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 27 Jan 2020 12:42 WIB
Foto: Istimewa
Jakarta -

Peringatan penyebaran virus Corona dari World Health Organization (WHO) dan US Center For Disease Control pada 6 Januari dan 9 Januari lalu ternyata masih kalah cepat dibanding peringatan dari startup kecerdasan buatan (AI) asal Kanada bernama Bluedot.

Bluedot sudah memperingatkan para pelanggannya tentang virus Corona itu sejak 31 Desember 2019. Mereka memperingatkan para pelanggannya untuk menjauhi tempat seperti Wuhan, China, yang menjadi awal menyebarnya virus tersebut.

Bluedot bisa memprediksi penyebaran wabah tersebut dengan algoritma yang mempelajari berbagai laporan, berita, dan informasi dari jejaring penyakit hewan dan tumbuhan. Data dari berbagai sumber itu pun kemudian diolah dan sampai akhirnya muncul prediksi mengenai penyebaran virus tersebut.

Bluedot adalah startup yang berbasis di Toronto Kanada yang menyediakan platform layanan pemantau kesehatan berbasis AI. Mereka menganalisa data dari miliaran sumber dan mengolahnya untuk menjadi sebuah penilaian ancaman.

"(Kami) menggunakan analytic big data untuk memantau dan mengantisipasi penyebaran penyakit yang paling berbahaya di dunia," tulis Bluedot dalam keterangan resminya.

Data yang dikumpulkan dari berbagai sumber itu kemudian dioleh menggunakan pemrosesan natural-language, yang hasilnya kemudian diteliti ulang oleh ahli epidemiologi internal mereka untuk melihat adanya pola dari wabah penyakit.

Saat mereka yakin akan adanya penyebaran virus berbahaya, barulah mereka mengirimkan peringatan ke semua pelanggannya di seluruh dunia.

Startup AI Ini Sudah Prediksi Penyebaran Virus Corona Sejak 2019


Simak Video "Per 26 Mei, Ada 65.748 ODP dan 12.022 PDP Covid-19 di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)