Rabu, 08 Jan 2020 19:30 WIB

Indonesia Lobi Rusia Kirim Astronaut, Ini Kata LAPAN

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi astronaut Indonesia. Foto: TIME
Jakarta - Badan Antariksa Rusia (Roscosmos) mengungkapkan bahwa Indonesia tengah melakukan negosiasi dengan mereka agar membawa astronaut Indonesia ke luar angkasa. Apa kata Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Seperti diketahui, LAPAN merupakan lembaga pemerintahan non-komenterian yang salah satunya mengurusi bidang antariksa, seperti halnya NASA-nya Indonesia.

LAPAN mengatakan proses negosiasi kepada Roscosmos, bukan datang dari pihaknya. Mengenai yang tengah melobi, Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengaku tidak mengetahuinya.

Saat dihubungi melalui pesan singkat ini, Rabu (8/1/2020) Thomas menegaskan bahwa pengiriman astronaut ke luar angkasa bukan prioritas LAPAN untuk sekarang.



"Saya nggak tahu pihak Indonesia yang berbegosiasi. Sebagai lembaga keantariksaan, LAPAN masih menfokuskan pada pengembangan teknologi antariksa dan pemanfaatannya. Pengiriman astronaut belum jadi prioritas," tuturnya.

Adapun prioritas LAPAN saat ini, seperti pengembangan satelit, roket peluncur, serta pemanfaatannya.

Sebelumnya juga, LAPAN tengah membahas mengenai pembangunan bandar antariksa di Indonesia, di mana lokasi Biak, Papua, dinilai lokasi yang cocok untuk peluncuran roket ke ruang hampa. Hanya saja, ini masih dalam pembahasan awal, artinya masih butuh proses panjang.

Thomas yang juga ahli astronomi ini menjelaskan kenapa peluncuran astronaut ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) tidak diutamakan LAPAN.

"Program astronaut biayanya mahal, kemanfaatannya kurang optimal. Lebih bermanfaat untuk biaya pengembangan teknologi antariksa, seperti program satelit," pungkasnya.



Diberitakan sebelumnya, ada pihak dari Indonesia yang sedang melakukan negosiasi dengan Roscosmos. Adapun proses tersebut telah berlangsung pada awal tahun 2020.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Roscosmos Dmitry Rogozin yang mengungkapkan keinginan Indonesia untuk bisa mengirimkan penjelajah antariksa pertama kalinya ke ruang hampa.

"Kita telah memulai negosiasi dengan beberapa negara, seperti Turki, Indonesia, Hungaria yang menginginkan peluncuran kosmonot mereka sendiri. Mereka ingin berkerjasama dengan Roscosmos," ujar Rogozin.

Simak Video "Christina Koch, Astronaut yang Kembali Setelah 328 Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)