Sabtu, 28 Des 2019 10:21 WIB

Apa Jadinya Kalau Bumi Tersedot ke Lubang Hitam?

Rachmatunnisa - detikInet
Apa Jadinya Kalau Bumi Tersedot ke Lubang Hitam? Foto: Getty Images
Jakarta - Lubang hitam adalah salah satu fenomena kosmik menakutkan dan misterius yang berada tepat di luar garis pandang kita. Apa yang akan terjadi jika Bumi jatuh dan tersedot ke salah satu lubang hitam?

Untuk diketahui, lubang hitam lahir ketika bintang mencapai akhir hidupnya, setelah menghabiskan semua bahan bakar nuklir mereka selama miliaran tahun. Ketika sudah kehabisan gas untuk terbakar, bintang tersebut menjadi tidak stabil dan terlalu berat untuk menopang dirinya sendiri.

Bintang itu kemudian runtuh dengan sendirinya, mendorong semua massa menjadi titik yang sangat kecil serta padat yang disebut singularitas lubang hitam.



Sementara itu, di sekeliling singularitas lubang hitam adalah wilayah yang tidak diketahui dan hanya dibatasi horizon peristiwa. Ini adalah sebutan para astronom pada titik tanpa balik yang tidak bisa dilewati oleh apapun, bahkan cahaya sekalipun.

Karena tarikan gravitasi dari lubang hitam menghabiskan semua cahaya dan membuatnya terperangkap, lubang hitam tetap tidak terlihat oleh mata telanjang. Jadi, apa yang akan terjadi jika planet sebesar Bumi terperangkap dalam cengkeraman lubang hitam?

Alvaro Diez yang mempelajari fisika partikel dari Universitas Warsawa, Polandia, mengatakan, semua aturan keluar 'jendela' ketika benda mendekati lubang hitam. Menurutnya, di sinilah segalanya menjadi rumit dan sangat aneh.

Apa Jadinya Kalau Bumi Tersedot ke Lubang Hitam? Ilustrasi lubang hitam. Foto: NASA



"Dari sudut pandang kami, tidak ada yang terjadi di awal, karena kita akan jatuh sangat lambat sama seperti kita jatuh sedikit ke Matahari saat ini," ujarnya seperti dikutip dari Express.

"Ketika kita mendekati lubang hitam, kekuatan pasang surut akan sangat besar sehingga Bumi tidak lagi tinggal dalam satu keping dan akan terpisah menjadi bongkahan yang lebih kecil, seperti asteroid yang jatuh ke dalam lubang hitam," sambungnya.

Dikatakannya, hal ini terjadi karena perbedaan gaya tarik gravitasi di antara berbagai bagian Bumi akan jauh lebih besar daripada kekuatan yang menyatukannya. Para astronom menyebut efek aneh ini sebagai spagettifikasi yang disebabkan oleh peregangan vertikal dan kompresi horizontal suatu benda.

Tapi bisakah planet kita melewati lubang hitam cukup dekat dan merasakan efek ini?

Salah satu lubang hitam terdekat dengan Bumi diyakini mengintai dalam sistem bintang biner yang dijuluki A0620-00. Sistem biner terletak sekitar 3.000 tahun cahaya atau 17.635.876.000.000.000 mil dari Bumi.

Para astronom meyakini sebuah bintang yang kesepian dalam sistem itu mengorbit lubang hitam supermasif yang memancarkan sejumlah besar radiasi x-ray tetapi tidak dapat dilihat sebaliknya.

Beruntung bagi semua orang di Bumi, lubang hitam terlalu jauh untuk menjadi perhatian bagi planet kita.



"Dari jauh, lubang hitam sama seperti benda besar lainnya sehingga kita bisa merasakan efeknya dari jauh tanpa menjadi bencana. Faktanya, jika Matahari akan digantikan oleh lubang hitam dengan massa yang sama, satu-satunya efek yang akan kita perhatikan adalah kurangnya sinar Matahari," kata Diez.

Namun dikatakannya, posisi Bumi terbilang aman dan cukup jauh jika mengandaikan skenario tersedot ke lubang hitam.

"Kita harus berada sangat dekat dengan lubang hitam untuk berada dalam risiko bahaya. Untungnya, kita tidak cukup dekat pada lubang hitam sehingga tak perlu khawatir," tutupnya.

Simak Video "Bocah Magang di NASA Temukan Planet Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/vmp)