Selasa, 03 Des 2019 12:16 WIB

Ledakan di Monas, Ini Teknologi di Balik Granat Asap

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Foto: (iStock) Foto: (iStock)
Jakarta - Pagi ini semua orang dikagetkan dengan ledakan granat asap di Monas. Apa sih bedanya dengan granat biasa?

Granat adalah salah satu alat peledak yang umum dipakai tentara dan polisi di seluruh dunia. Dari yang mematikan sampai yang hanya melumpuhkan. Dalam peperangan, tentara memakai granat tangan dengan daya ledak yang mematikan.

Nah, kalau polisi biasanya memakai granat yang hanya melumpuhkan, bukan mematikan. Ada beberapa jenis yang umum dipakai antara lain stun grenade dan smoke grenade. Yang meledak di Monas ini menurut polisi adalah smoke grenade.

Apa sih itu? Dikutip detikInet dari Defense Technology, Selasa (3/12/2019) granat asap adalah jenis granat kimia dalam bentuk kaleng atau canister.



Beratnya sekitar 250-350 gram dengan diameter sekitar 6-8 cm dan panjang sekitar 10-14 cm. Isi kaleng ini adalah campuran bahan kimia biasanya adalah Hexachloroethane (HC). Ada juga potasium chlorate, laktosa dan pewarna untuk memberikan warna asap yang berbeda-beda, mulai dari putih, hijau, merah, ungu, dll.

Granat asap diamankan dengan pin pengaman dan tuas pemantik. Saat ingin digunakan, pinnya dicabut dan tuas pemantiknya diangkat, granat lalu dilemparkan.

Saat itulah pemantiknya memicu campuran bahan kimia dan menghasilkan reaksi exothermic berupa asap yang pekat yang terbakar pelan-pelan selama 1,5-2 menit. Meskipun granat asap tidak mengeluarkan api, ia tetaplah berbahaya dan punya efek membakar pada area yang kering, misalnya kepada tumbuhan kering di dekatnya.

Setelah selesai mengeluarkan asap, kaleng granat asap akan sangat panas dan sebaiknya tidak diambil dengan tangan kosong.

Selanjutnya
Halaman
1 2