Selasa, 01 Okt 2019 06:01 WIB

Tiga 'Monster' Lubang Hitam Raksasa Bertabrakan dan Saling Memakan

Rachmatunnisa - detikInet
Interpretasi artistik yang menunjukkan dua lubang hitam di jalur tabrakan. Dalam sistem yang baru ditemukan yang disebut SDSS J084905.51 + 111447.2, tiga lubang hitam supermasis bergabung. Foto: Livescience Interpretasi artistik yang menunjukkan dua lubang hitam di jalur tabrakan. Dalam sistem yang baru ditemukan yang disebut SDSS J084905.51 + 111447.2, tiga lubang hitam supermasis bergabung. Foto: Livescience
Jakarta - Sebuah studi terbaru menyebutkan, ada tiga supermassive black hole alias lubang hitam supermasif yang bertabrakan dan saat ini sedang dalam proses melebur menjadi satu.

Ketiga lubang hitam 'monster' ini tercatat berpusat di SDSS J084905.51 + 111447.2, sebuah sistem trio galaksi yang bergabung sekitar 1 miliar tahun cahaya dari Bumi.

"Awalnya kami hanya mencari sepasang lubang hitam. Namun melalui teknik seleksi kami, ditemukan sistem yang luar biasa ini. "Ini adalah bukti terkuat yang ditemukan untuk sistem trio supermasif black hole yang aktif memangsa," kata peneliti utama dalam studi ini, Ryan Pfeifle dari George Mason University, Virginia, Amerika Serikat.


Membuat penemuan epik tersebut menurutnya bukan hal mudah. Butuh pengamatan oleh banyak instrumen dan bantuan dari banyak ilmuwan. Jejak penemuan ini dimulai dari teleskop Sloan Digital Sky Survey (SDSS) di New Mexico, yang mencitrakan SDSS J084905.51 + 111447.2 dalam cahaya optik.

Dikutip dari Live Science, Senin (30/9/2019), para relawan yang tergabung dalam proyek citizen science Galaxy Zoo, kemudian menggunakan gambar-gambar itu untuk menandai sistem tersebut sebagai penggabungan galaksi yang tengah berlangsung.

Selanjutnya, para peneliti melihat data yang dikumpulkan oleh pesawat ulang alik Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE) milik NASA. WISE memata-matai banyak cahaya inframerah yang berasal dari sistem selama fase penggabungan. Ada lebih dari satu lubang hitam supermasif yang diperkirakan akan bertambah dengan cepat.

Pengamatan lebih lanjut menggunakan sinar X dan cahaya optik pun kemudian mengonfirmasinya. Observatorium sinar X NASA mendeteksi adanya sumber kuat sinar X di dekat masing-masing pusat galaksi. Ini mengindikasikan bahwa banyak gas dan debu yang 'dilahap' di area tersebut. Untuk diketahui, kondisi ini merupakan pertanda sebuah lubang hitam sedang 'makan'.

Pesawat luar angkasa Nuclear Spectroscopic Telescope Array (NuSTAR) juga menemukan bukti adanya gas dan debu yang menyelimuti salah satu lubang hitam supermasif. Selain itu, data cahaya-optik yang dikumpulkan oleh SDSS dan Large Binocular Telescope di Arizona kian menguatkan anggapan bahwa ketiga lubang hitam itu aktif.

"Melalui penggunaan observatorium besar ini, kami mengidentifikasi cara baru dalam mengenali trio lubang hitam supermasif. Setiap teleskop memberikan petunjuk berbeda tentang apa yang terjadi dalam sistem tersebut. Kami berharap dapat memperluas lagi penelitian ini untuk mencari tahu lebih banyak menggunakan teknik yang sama," kata Pfeifle.



Untuk diketahui, jarak dari setiap lubang hitam supermasif ke 'tetangga' terdekatbnya berkisar antara 10.000 - 30.000 tahun cahaya. Namun, rentang ini akan menyusut, mengingat lubang hitam tampaknya saling terikat ketika menyatu, seperti halnya galaksi induk mereka sekarang.

Simak Video "Dipatok Harga Selangit, Leica Tegaskan Kualitas Kameranya"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)