Kamis, 26 Sep 2019 13:02 WIB

Jelang Penutupan, 231 Ribu Orang Indonesia 'Pesan Tiket' ke Mars

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: NASA/JPL-Caltech Foto: NASA/JPL-Caltech
Jakarta - Animo orang Indonesia 'memesan tiket' ke Mars sangat besar. Jelang penutupan, jumlah peminatnya terus meningkat dan per hari ini sudah tembus 231 ribu nama.

Program yang digalakkan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) ini menawarkan 'tiket gratis' ke Mars. Tentunya bukan tiket perjalanan yang sebenarnya, NASA hanya menerima nama-nama dari masyarakat penjuru dunia. Nama-nama itu nantinya akan dibawa ke Planet Merah.



Kendati hanya setor nama, jumlah peminatnya terus meningkat. Jelang penutupan program tersebut pada 30 September, nama-nama dari berbagai dunia mengalami pertumbuhan, khususnya yang dari Indonesia.

Dalam pantauan detikINET di situs Mars 2020 pukul 12.24 WIB, Indonesia menyumbang 231.049 nama, di mana torehan tersebut menempatkan negara kita ini di urutan ke-7.

Untuk negara dengan pengirim nama paling banyak, tepatnya di top 3, masih tidak mengalami perubahan sejak program ini dibuka. Turki masih terus mendominasi dengan 2,5 juta nama yang diikuti India 1,5 juta nama, dan Amerika Serikat 1,1 juta nama.

Pergeseran terjadi di tempat ke-4, Iran merangsek hingga menggeserkan China di posisi di bawahnya, kemudian Britania Raya. Negara-negara ini berpartipasi 'tiket gratis' tidak besar seperti Turki, India, dan AS. Masing-masing dari mereka menyumbang 283 ribu nama, 283 ribu nama, dan 248 ribu nama.

Perubahan posisi tersebut masih dimungkinkan masih terjadi, mengingat program ini akan ditutup empat hari lagi.



Sekedar informasi, bagi yang sudah memesan 'tiket gratis' ini, maka nantinya, nama kalian akan ditulis menggunakan sinar elektron di atas mikrochip dengan ukuran yang sangat kecil, sehingga satu mikrochip mampu menampung satu juta nama. Nama-nama tersebut akan disimpan di robot penjelajah milik NASA yang dijadwalkan meluncur pada musim pertengahan 2020 dan diharapkan mendarat di planet tetangga Bumi tersebut pada Februari 2021.

Mars 2020 akan mendarat di dalam kawah Jezero yang memiliki lebar sekitar 45 kilometer. Kawah ini dulunya sempat menjadi lokasi delta sungai. Robot penjelajah ini memiliki misi untuk mencari tanda-tanda kehidupan, mencari ciri geologi area tersebut, mencari es air yang terkubur dan berbagai pekerjaan lainnya.



Simak Video "Namamu Bisa Diterbangkan ke Mars oleh NASA, Begini Caranya!"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)