Kamis, 15 Agu 2019 18:33 WIB

Mau Terbang Buktikan Bumi Datar, Eh Gagal karena Pemanas Air

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Facebook Foto: Facebook
FOKUS BERITA Perdebatan Bumi Datar
California - Kisah Mike Hughes, seorang penganut Bumi datar, yang ingin membuktikan bahwa planet ini tidak bulat dengan roket buatannya sendiri berakhir antiklimaks.

Mulanya, pria yang berprofesi sebagai driver limosin tersebut dijadwalkan untuk meluncur pada Senin (12/8) waktu setempat di wilayah Amboy, Gurun Mojave, California, Amerika Serikat. Tetapi karena ada kesalahan teknis, Mike gagal terbang.

Dikutip dari Space, Kamis (15/8/2019), kesalahan teknis yang dimaksud adalah pada pemanas air yang ia beli dari situs jual-beli Craigslist. Alat itu sejatinya berfungsi untuk memicu agar roket rakitan Mike, yang ditenagai uap, dapat lepas landas.




Menurut juru bicara Mike Hughes, Darren Shuster, pemanas yang dibeli seharga USD 325 atau sekitar Rp 4,6 jutaan itu tidak mampu memanaskan air hingga 200 derajat Celcius -- suhu yang dibutuhkan untuk membuat uap agar dapat mendorong roket Mike mencapai ketinggian 5.000 kaki atau 1.500 meter yang ditargetkan.

Akibat kejadian ini, pria berusia 63 tahun itu menunda peluncuran hingga Sabtu (17/8). Yang menarik, upaya Mike dalam menepis tidak ada lengkungan Bumi saat dilihat ketinggian itu mendapat sponsor dari sebuah aplikasi pencari kencan.




"Saya menghargai dukungan, cinta, dan kegembiraan dari semua orang dan penundaan tidak akan menghentikan misi saya - roket yang sudah terpasang dan perlu ada menambal kebocoran, jadi akhir pekan harus bisa," ungkap Mad Mike, begitu julukan yang melekat kepadanya.

Sekedar informasi, sebelumnya Mad Mike berhasil meluncur dengan roket buatannya itu hingga menyentuh 572 meter dari permukaan Bumi. Keberhasilan itulah yang membulatkan tekadnya untuk mencapai ketinggian lebih jauh lagi agar dapat membuktikan keyakinannya bahwa Bumi tidaklah bulat.




Simak Video "LAPAN: Komunitas Bumi Datar Tidak Percaya Gravitasi"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/krs)
FOKUS BERITA Perdebatan Bumi Datar