Minggu, 11 Agu 2019 06:19 WIB

Ancaman Bumi Dihantam Asteroid 'Pembunuh' Itu Nyata

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ilustrasi. Foto: European Southern Observatory/ESP/M Kornmesser Ilustrasi. Foto: European Southern Observatory/ESP/M Kornmesser
Jakarta - "Bukan soal jika, masalahnya adalah kapan," sebut Bill Nye, ilmuwan populer Amerika Serikat. Ia tengah membicarakan soal kedatangan asteroid 'pembunuh' yang jika menghantam, dapat membahayakan kehidupan di planet Bumi.

Mantan presenter acara televisi Science Guy yang sekarang menjadi CEO organisasi Planetary Society itu menyebutkan, dampak mengerikan jatuhnya asteroid seperti yang 66 juta tahun lalu diduga pernah memusnahkan dinosaurus, tidak terbatas terjadi di masa silam.

"Bumi akan dihantam kembali oleh asteroid besar yang lain. Masalahnya adalah, kita tidak tahu kapan," katanya baru-baru ini yang dikutip detikINET dari Space.


"Sangat kecil kemungkinannya terjadi di masa kehidupan orang (saat ini-red), tapi ini adalah event dengan konsekuensi sangat tinggi. Jika terjadi, ibaratnya seperti control-alt-del untuk semuanya," sebutnya.

Namun kabar baiknya, tidak seperti dinosaurus yang cuma pasrah, manusia dibekali akal untuk mengantisipasi ancaman asteroid mematikan. Lembaga antariksa seperti NASA ataupun para ilmuwan tidak tinggal diam.

NASA menyebutkan kemungkinan mereka telah berhasil menemukan 90% dari seluruh obyek berbahaya, yaitu asteroid dekat Bumi dengan ukuran minimal 1 kilometer. Untuk waktu dekat, tidak ada dari obyek itu yang memiliki kemungkinan sangat tinggi menabrak Bumi.

Tapi kabar buruknya, ada cukup banyak asteroid belum ditemukan yang berada di dekat Bumi dan jika jatuh, dapat menyebabkan kerusakan serius. Contohnya, menghancurkan sebuah area.


Maka berbagai upaya terus dilakukan. Contohnya pada tahun depan, instrumen besar Large Synoptic Survey Telescope akan beroperasi dari Chile untuk memindai angkasa. Ia akan mampu menemukan asteroid skala kecil sampai ukuran 140 meter.

NASA juga tengah mempertimbangkan peluncuran pemburu asteroid khusus bernama Near Earth Object Camera. Perangkat ini akan melakukan scan bebatuan angkasa menggunakan cahaya infrared, bisa memantau panasnya di kegelapan.

Koordinasi antar negara juga dibutuhkan. Nye menyatakan, asteroid besar yang mengancam Bumi adalah isu internasional, sehingga harus dihadapi bersama-sama.

"Adalah kemungkinan 100% kita akan dihantam, tapi kita tidak 100% bisa memastikan kapan," cetus Danica Remy, presiden organisasasi B612 Foundation dengan misi melindungi Bumi dari asteroid.

Simak Video "Asteroid 'Dewa Kekacauan' Dekati Bumi 10 Tahun Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed