Rabu, 07 Agu 2019 11:25 WIB

Sempat Dihapus Facebook, Undangan Serbu Area 51 Muncul Lagi

Fino Yurio Kristo - detikInet
Undangan serbu Area 51. Foto: Facebook Undangan serbu Area 51. Foto: Facebook
Jakarta - 'Storm Area 51, They Can't Stop All of Us' adalah undangan yang sangat viral di Facebook, di mana sekitar 2 juta orang menyatakan minat untuk menggeruduk Area 51 untuk mencari alien. Nah, Facebook mendadak memutuskan menghapus undangan online tersebut dan kemudian memunculkannya kembali.

Matty Roberts selaku penggagas event bersangkutan, memposting screenshot berisi pesan dari Facebook bahwa kreasinya itu telah dihilangkan, diduga karena melanggar panduan komunitas.

"Storm Area 51, They Can't Stop All of Us diturunkan oleh Facebook karena konten yang diposting di event ini melanggar standar komunitas kami. Jika Anda berpikir kami salah, pembuat event bisa meminta review," begitu pesan dari Facebook.


Roberts lantas merasa heran karena setelah mencoba membuat event lain, undangannya juga dihapus oleh Facebook. "Saya kira ini sembarangan karena saya justru mencoba mengalihkan orang dari upaya menggeruduk Area 51. Sekarang, saya kehilangan seluruh audiens saya," katanya.

Tapi beberapa hari sempat hilang, tiba-tiba Facebook kembali menayangkan undangan 'Storm Area 51, They Can't Stop All of Us' yang kini sudah bisa kembali diakses. Belum ada penjelasan soal sikap Facebook yang cukup membingungkan itu.

Awalnya dibuat untuk iseng, penyerbuan Area 51 yang dijadwalkan pada 20 September ini dikhawatirkan menjadi aksi nyata. Sampai-sampai, Angkatan Udara Amerika Serikat yang mengelolanya memberi peringatan khusus.


"Angkatan Udara Amerika Serikat menyadari postingan Facebook tersebut," kata Mayor Ethan Stroker selaku juru bicara AU AS yang dikutip detikINET dari Business Insider.

"Nevada Test and Training Range adalah area di mana Angkatan Udara menguji dan melatih pesawat tempur. Kami tak membicarakan soal pengamanannya secara spesifik, tapi usaha apapun untuk memasuki instalasi militer secara ilegal adalah berbahaya," tandasnya.

Simak Video "Samsung: Konsumen Beli Handphone Nggak Lihat Siapa yang Nomor Satu"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed