Sabtu, 20 Jul 2019 07:25 WIB

Asal Muasal Pendaratan Manusia di Bulan Disebut Hoax

Fino Yurio Kristo - detikInet
Salah satu foto pendaratan di Bulan. Foto: Getty Images Salah satu foto pendaratan di Bulan. Foto: Getty Images
Jakarta - Beragam bukti seperti fotografi sampai bebatuan Bulan yang dibawa ke Bumi tidak bisa sepenuhnya menghentikan anggapan sebagian orang bahwa pendaratan di Bulan adalah hoax. Dari mana asal mulanya?

Dikutip detikINET dari Guardian, kabarnya dibutuhkan 400 ribu orang dan anggaran luar biasa besar untuk mendaratkan Neil Armstrong dan Buzz Aldrin di Bulan pada Juli 1969. Namun hal itu cukup dikacaukan oleh pria bernama Bill Kaysing.

Pada tahun 1976, Kaysing mempublikasikan sendiri tulisan bertajuk We Never Went to the Moon: America's Thirty Billion Dollar Swindle yang mengetengahkan teori konspirasi bahwa NASA tak pernah mendaratkan manusia di Bulan.


Kaysing yang meninggal dunia pada 2005 adalah penulis teknis kontraktor antariksa Rokcetdyne di tahun 1950-an. Latar belakang itu membuat sebagian orang percaya bahwa Kaysing kompeten menguak hoax NASA meski ia beberapa kali mengaku tak tahu apa-apa soal roket. Kaysing bersikeras pendaratan di Bulan hanyalah film yang diambil di area 51.

Kebetulan di akhir tahun 1960-an dan awal 1970-an, rakyat Amerika muak dengan perang Vietnam sampai skandal korupsi Watergate, sehingga sebagian dari mereka tak percaya dengan pemerintah. Pada 1970, survei dari perusahaan media The Knight menyebut 30% warga AS percaya pendaratan di Bulan adalah palsu.

Polling Gallup pada 1976 mengungkap hal yang sama, 28% rakyat AS yakin pendaratan di Bulan adalah rekayasa pemerintah AS. Jadi, memang banyak yang percaya pada Kaysing.

Dalam tulisannya, antara lain dia menyebut tidak mungkin manusia mendarat di Bulan dengan teknologi yang ada saat itu. Kemudian yang cukup banyak dibicarakan adalah, Kaysing menulis tidak adanya foto bintang di pendaratan manusia di Bulan merupakan pertanda kejadian itu tidak pernah ada.

"Tidak ada bintang di foto-foto mereka. Jika itu diambil di Bulan, akan ada beberapa bintang sebagai buktinya," tulis Kaysing kala itu.

Padahal ada beberapa alasan kenapa tidak ada bintang di foto pendaratan Bulan. Brian Koberlein, profesor Astrofisika Rochester Institute of Technology, menjelaskan hal ini terjadi karena daratan Bulan merefleksikan cahaya matahari dan karena itu terlihat sangat terang di sejumlah foto.

Sinar ini meredam cahaya lebih suram dari bintang. Karena itulah kita tidak dapat melihat bintang di foto misi Apollo 11, karena cahaya bintang terlalu lemah.

Apalagi foto diambil memakai kamera eksposur cepat. Eksposur adalah jumlah paparan cahaya yang diterima sensor kamera. Karena tingkat eksposur tinggi, maka kamera membatasi jumlah cahaya yang berasal dari latar. Cahaya dari latar tak tampak karena permukaan Bulan amat terang akibat cahaya dari Matahari.

Klaim lain dari Kaysing adalah bahwa sutradara terkenal Stanley Kubrick terlibat dalam mengarahkan video pendaratan di Bulan. Film Kubrick yang bertajuk 2001:Space Oddysey yang rilis pada 1968 mengetengahkan efek khusus memukau yang seolah mendukung teori Kaysing itu, bahwa dia termasuk yang bersekongkol dengan NASA.

Teori lain dari Kaysing adalah bahwa para astronot sebenarnya tidak ke Bulan melainkan tinggal di hotel di Las Vegas saat peluncuran Apollo 11.


Seiring berjalannya waktu, warga AS makin menerima bahwa pendaratan di Bulan benar terjadi. Pada 1999, dikutip detikINET dari Gizmodo, hanya 6% warga di Negeri Paman Sam yang masih berpikir kejadian itu adalah hoax.
Asal Mula Pendaratan Manusia di Bulan Disebut HoaxFoto: NASA

Menurut BBC, pendaratan di Bulan pernah terjadi juga didukung bukti serangkaian foto yang diambil Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) yang mengorbit di Bulan. Foto dari wahana yang mengorbit Bulan sejak tahun 2009 memperlihatkan bukti kuat bahwa pendaratan memang pernah terjadi.

Salah satunya adalah foto tempat pendaratan Apollo 11, dimana di situ dapat terlihat bekas pada tanah dan bahkan sisa dari modul Bulan yang mendarat di sana puluhan tahun silam. LRO juga melihat bendera yang ditancapkan enam awak yang mendarat di Bulan masih ada, di mana wahana melihat bayangannya pada daratan.

Simak Video "Apa Saja yang Baru di Oppo A9 2020?"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com