Selasa, 11 Jun 2019 12:05 WIB

Tweet Trump Soal Bulan Membingungkan, NASA Beri Penjelasan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Permukaan Bulan. Foto: dok. NASA Permukaan Bulan. Foto: dok. NASA
Jakarta - Niat NASA kembali menyambangi Bulan seolah-olah dipatahkan oleh tweet dari presiden Amerika Serikat, Donald Trump, belum lama ini. Lembaga antariksa itu pun merasa perlu memberikan penjelasan.

"NASA tidak seharusnya berbicara tentang pergi ke Bulan, kita sudah melakukannya 50 tahun silam. Mereka harusnya fokus pada hal yang jauh lebih besar, termasuk Mars (di mana Bulan adalah bagiannya)," begitu tulis Trump di Twitter.

Tweet itu memang cukup bikin dahi berkerut. Trump beberapa waktu lalu mendukung penuh NASA untuk kembali pergi ke Bulan, sekarang ia malah terkesan meremehkannya. Belum lagi Trump sepertinya menganggap Bulan adalah bagian dari Mars.




Pihak NASA pun menjelaskan bahwa NASA memang akan mendaratkan astronot ke Bulan pada tahun 2024 sesuai rencana, tapi tujuan utamanya adalah menuju ke Mars. "Bulan bukanlah tujuannya. Bulan adalah jalan," ucap Jim Bridenstine selaku administrator NASA.

Ia menganggap maksud Trump bahwa Bulan merupakan bagian dari Mars adalah, NASA pergi dulu ke Bulan, baru kemudian menuju ke Mars. NASA tidak serta merta bisa langsung mengincar Planet Merah itu.

"Bulan itu penting karena menyediakan pijakan untuk menuju ke Mars dan itulah maksud presiden," cetus Jim yang dikutip detikINET dari Space.com.

NASA akan menguji teknologi mereka di Bulan yang dibutuhkan untuk membawa manusia ke Mars. Stasiun Lunar Orbital Platform-Gateway yang akan menjadi semacam markas perantara antara Bumi dan permukaan Bulan adalah salah satu teknologi tersebut.

"Itulah akses kita ke Mars. Apakah Gateway pertama akan membawa kita ke Mars? Memang tidak. Tapi kita harus lebih dulu membuktikan kemampuan teknologi itu," pungkas Jim.


(fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed