Senin, 06 Mei 2019 13:15 WIB

Roket Privat Pertama dari Jepang Berhasil Mengangkasa

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Screenshot: Asahi Shimbun (YouTube) Foto: Screenshot: Asahi Shimbun (YouTube)
Jakarta - Momo-3 menjadi roket privat pertama buatan perusahaan Jepang yang berhasil meluncur ke angkasa. Roket buatan perusahaan Interstellar Technologies ini melakukan perjalanan singkat melewati garis batas luar angkasa, atau garis Karman, di ketinggian 110 kilometer.

Dilansir detikINET dari Gizmodo, Senin (6/5/2019), peluncuran Momo-3 dilakukan pada hari Sabtu (4/5) pada pukul 5.45 pagi waktu setempat dari pusat peluncuran di Hokkaido, Jepang. Roket ini membawa muatan sebanyak 20 kilogram.

Roket ini berhasil mencapai ketinggian 110 kilometer dalam waktu 4 menit setelah peluncuran. Setelahnya Momo-3 menghabiskan waktu sekitar 10 menit mengangkasa sebelum akhirnya jatuh ke Samudera Pasifik.




Pencapaian ini berhasil digapai oleh Interstellar setelah sebelumnya mereka sempat dua kali gagal. Saat peluncuran pertama pada tahun 2017, roket berhasil mencapai ketinggian 20 kilometer sebelum akhirnya kehilangan kontak.

Kemudian saat peluncuran kedua pada tahun 2018, roket baru saja diluncurkan beberapa detik sebelum akhirnya kembali jatuh dan menyebabkan ledakan yang cukup besar.

Pendiri Interstellar, Takafumi Horie, mengatakan bahwa peluncuran tersebut merupakan sebuah kesuksesan yang besar. Ini tentu merupakan pencapaian yang besar bagi Horie, mengingat kredibilitasnya sebagai entrepreneur sempat diragukan setelah ia terseret kasus penipuan dan sempat dipenjara selama dua tahun.




Interstellar memang tidak memiliki ambisi yang terlampau besar, juga tidak memiliki niat untuk bersaing dengan SpaceX atau Blue Origin. Mereka hanya ingin fokus untuk meluncurkan satelit dengan menggunakan roket kecil dan berbiaya murah.

Setelah peluncuran ini, Interstellar telah memiliki rencana selanjutnya untuk mengembangkan roket baru yang disebut Zero yang akan bisa mengantarkan muatan seberat 100 kilogram menuju orbit di ketinggian 50 kilometer. Proyek dan peluncuran ini diharapkan dapat dicapai dengan biaya 600 juta Yen atau sekitar Rp 77 miliar.


(vim/krs)