Senin, 10 Des 2018 16:00 WIB

Kisah Astronot NASA yang Ternyata Juga Pemburu Atlantis

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Scully-Power (kanan). Foto: NASA Scully-Power (kanan). Foto: NASA
Jakarta - Jika membicarakan astronot, terutama NASA, biasanya yang akan langsung terbayang adalah penjelajahan mereka ke antariksa hingga pendaratan di Bulan. Meski demikian, angkasawan tidak melulu soal planet dan bintang. Malah ada yang berkaitan dengan Atlantis.

Tengok saja Paul Scully-Power. Pria yang terpilih menjadi astronot NASA pada 1984 ini ternyata merupakan seorang pemburu Atlantis. Dalam sebuah wawancara dengan Weekend Australian, pria 74 tahun ini mengaku bahwa menemukan Atlantis adalah salah satu ambisinya.




"Tidak-kah kau berpikir bahwa ahli oseanografi pertama di angkasa harus pergi dan mencari kota yang hilang bernama Atlantis?" ujarnya.

Terlebih, astronot berjanggut ini percaya bahwa teknologi saat ini sudah cukup mumpuni untuk mencari Atlantis. Beberapa metode yang dianggapnya bisa diterapkan adalah pelacakan menggunakan satelit nano dan drone bawah air.

Scully-Power pun memang punya modal untuk itu. Ia terlibat dalam pengembangan Little Ripper, drone penyelamat yang beroperasi di pesisir Australia.

"Kami telah mengembangkan kecerdasan buatan untuk mencari hiu, dan kami tengah mengembangkan kecerdasan buatan untuk memberi tahu ketika seseorang sedang berada dalam masalah secara otomatis," tuturnya, sebagaimana detikINET kutip dari CNET, Senin (10/12/2018).




Teknologi untuk mencari hiu itu pun mendapat predikat sebagai inovasi kecerdasan buatan terbaik tahun ini di Australia.

Menarik untuk ditunggu bagaimana Scully-Power mencari Atlantis, yang sejatinya berasal dari karangan filsuf Yunani, Plato, dengan menggunakan kecerdasan buatan dan drone.




Tonton juga video 'Upacara Penyerahan Komando Stasiun Ruang Angkasa':

[Gambas:Video 20detik]

Kisah Astronot NASA yang Ternyata Juga Pemburu Atlantis
(mon/rns)