Rabu, 05 Des 2018 11:48 WIB

Astronot yang Gagal ke ISS Akhirnya Punya Kesempatan Kedua

Virgina Maulita Putri - detikInet
Ilustrasi Stasiun Luar Angkasa. Foto: DW (Soft News) Ilustrasi Stasiun Luar Angkasa. Foto: DW (Soft News)
Jakarta - Astronot NASA Nick Hague yang gagal menuju ISS saat roket Soyuz yang ditumpanginya gagal terbang pada Oktober lalu akhirnya mendapatkan misi baru.

Dilansir detikINET dari Space, Rabu (5/12/2018) Hague akan kembali terbang menuju International Space Station (ISS) pada 28 Februari 2019. Kali ini ia akan menumpang roket Soyuz MS-12 yang meluncur dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan.

Hague akan terbang menuju ISS dengan dua astronot lainnya, yaitu astronot NASA Christina Hammock Koch dan kosmonot Rusia, Alexey Ovchinin. Ovchinin sendiri merupakan astronot yang terbang bersama Hague dalam misi yang gagal pada Oktober lalu.



Hague dan Koch merupakan pendatang baru dalam urusan perjalanan luar angkasa. Hanya Ovchinin yang telah memiliki pengalaman sebelumnya, ia dulunya pernah tinggal di ISS.

Ketiganya akan menjadi anggota kru dalam Expedition 59 dan 60. Ketiga astronot ini akan tinggal dan menjalankan penelitian di ISS selama delapan bulan, sebelum kembali ke Bumi pada Oktober 2019.

Hague sendiri masih yakin dengan kemampuan roket Soyuz untuk mengantarkan astronot menuju ISS. Dalam wawancara publik setelah ia gagal terbang, ia memuji sistem keamanan roket Soyuz yang menyelamatkan hidupnya.

"Ada sistem pembatalan peluncuran yang terus menerus melindungi saya dari sekitar satu jam sebelum peluncuran hingga saya mencapai orbit. Dan saat berada di sana, kita bisa saja mengalami kegagalan dan sistem itu akan melindungi saya," ujar Hague waktu itu.

Untuk diketahui, roket Soyuz MS-10 yang mengangkut Hague dan Ovchinin mengalami kegagalan terbang pada 11 Oktober 2018 setelah salah satu booster roket tersebut tidak berhasil memisahkan diri dari inti roket.



Hague dan Ovchinin pun terpaksa mendarat ke Bumi menggunakan kapsul dan meluncur ke Bumi melalui 'ballistic descent' di mana sudut pendaratan lebih tajam dan tekanan gravitasi yang lebih tinggi dari normal. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed