Jumat, 30 Nov 2018 19:13 WIB

Observatorium Terbesar di Asia Tenggara Dibangun di Kupang

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi benda-benda di luar angkasa. Foto: Dok. LAPAN Ilustrasi benda-benda di luar angkasa. Foto: Dok. LAPAN
Jakarta - Pembangunan fisik Observatorium Nasional Timau mulai dilakukan yang ditandai dengan peletakan batu pertama. Fasilitas pengamatan benda antariksa ini akan jadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Observatorium Nasional Timau sendiri terletak di di Gunung Timau, Kecamatan Amfoang, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peletakan batu pertama tersebut dipimpin langsung oleh Deputi Sains Antariksa dan Atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Afif Budiyono diawali dengan penyerahan lokasi dari pihak LAPAN kepada pihak kontraktor oleh PPK Pusat Sains Antariksa LAPAN Anwar Santoso.




Kepala Bagian Hubungan Masyarakat LAPAN Jasyanto mengatakan, faktor yang menjadikan Observatorium Nasional Timau jadi fasilitas obsevatorium terbesar di Asia Tenggara karena teleskopnya.

"Obsevatorium Nasional Timau ini punya kapasitas besar, dilengkapi dengan teleskop optik berdiameter 3,8 meter. Ini jadi obsevatorium pusat pertama yang terbesar dan terintegrasi di Asia Tenggara yang dimiliki oleh LAPAN," ungkap Jasyanto saat dihubungi detikINET, Jumat (30/11/2018).

Jasyanto menjelaskan pemilihan Kupang dibangunnya observatorium ini dikarenakan di wilayah ini musim panasnya jadi yang terpanjang di Indonesia. Begitu juga curah hujan yang sangat minim di ibu kota Provinsi NTT tersebut.

Observatorium Terbesar di ASEAN Mulai Dibangun di KupangFoto: Dok. LAPAN


"Selain itu, polusi cahayanya sedikit. Ini sangat bagus untuk pengamatan benda antariksa yang dapat dilakukan peneliti siang dan malam," ujarnya.

Diharapkan pembangunan fisik rumah teleskop optik 3,8 meter dapat dilakukan sesuai jadwal, sehingga dapat segera berperan aktif dalam mengemban amanat keantariksaan.

"Pembangunan diharapkan dapat selesai pada tahun 2020 sehingga langsung beroperasi," kata Jasyanto.




Seperti dikutip dari laman LAPAN, pembangunan Observatorium Nasional Timau penting bagi Indonesia karena mengemban amanat ganda.

Pertama, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang keantariksaan, memuat tentang kegiatan keantariksaan, salah satunya sains antariksa.

Kedua, menjadi salah satu agenda prioritas Presiden (Nawa Cita), yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, antara lain melalui pemerataan pembangunan antar-wilayah, terutama Kawasan Timur Indonesia.

Observatorium Nasional Timau bukan hanya berfungsi untuk penelitian keantariksaan, melainkan juga berdampak positif dalam pengembangan Kawasan Timur Indonesia.


(agt/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed