Kamis, 20 Sep 2018 13:13 WIB

Mengenal BFR, Calon Roket Terkuat Sejagat yang Punya 'Kaki'

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Potret BFR, calon roket terkuat sejagat dari SpaceX. Foto: Twitter/SpaceX Potret BFR, calon roket terkuat sejagat dari SpaceX. Foto: Twitter/SpaceX
Jakarta - Baru-baru ini, CEO SpaceX, Elon Musk, telah membeberkan sejumlah rencananya dalam memboyong turis pertama untuk pergi menuju Bulan. Selain menyebut miliarder asal Jepang bernama Yusaku Maezawa sebagai penumpang perdana, ia juga menjelaskan lebih lanjut mengenai roket yang akan digunakan.

BFR adalah kendaraan antariksa yang dimaksud. Ada dua definisi yang bisa digunakan untuk mengartikan BFR, yaitu Big Falcon Rocket atau Big F***ing Rocket. Intinya, terlepas dari kepanjangan mana yang digunakan, keduanya sama-sama menjelaskan bahwa roket tersebut memang sangat besar.


BFR sendiri memiliki panjang 55 meter. Jika pendorongnya juga dihitung, maka panjang keseluruhannya mencapai 118 meter.

Roket tersebut mampu membawa muatan sebesar 1.100 meter kubik ke luar angkasa. Kalau tujuannya hanya ke orbit rendah Bumi, kendaraan luar angkasa ini bisa memboyong muatan seberat 100 ton.

BFR akan ditenagai dengan mesin bernama Raptor. Jika melihat gambar render dari roket tersebut, ada tujuh mesin yang ditanamkan di dalamnya.

"Dengan konfigurasi mesin seperti ini, roket ini akan mampu mengatasi kegagalan mesin di berbagai waktu dan kondisi. Faktanya, dalam beberapa kasus, roket ini bisa mengalami kegagalan terhadap empat mesinnya, tapi masih bisa terus bergerak karena hanya butuh tiga mesin untuk mendarat," tutur Elon.


Kendaraan luar angkasa ini pun digadang-gadang akan menjadi yang terkuat sepanjang sejarah. Ia bakal mengalahkan Saturn V milik NASA sebagai penyandang titel tersebut saat ini.

Untuk interiornya, pria berjuluk Iron Man tersebut mengatakan desainnya akan mengikuti misi yang dijalankan. Menurutnya, tiap misi akan memiliki konfigurasinya masing-masing.

"Jika kamu hendak pergi ke Mars, paling tidak perjalanan akan memakan waktu tiga bulan. Kamu akan butuh area untuk hiburan, ruang pertemuan, karena kamu akan berada di roket selama berbulan-bulan," katanya.

Satu yang menarik dari roket ini adalah desainnya. Jika diamati, ada sayap kecil di bagian 'hidung' BFR. Kemudian, ada juga dua sayap dengan ukuran lebih besar di bagian bawah.


Lucunya, Elon mengatakan sayap-sayap tersebut tidak ada hubungannya dengan aerodinamika roket. Bisa dibilang, itu adalah 'riasan' untuk mempercantik BFR.

"Ini semua tidak memiliki tujuan yang berkaitan dengan aerodinamika apapun. Ini hanya kaki. Ini terlihat lebih besar dengan satunya untuk tujuan simetri," katanya menjelaskan, sebagaimana detikINET kutip dari TechCrunch, Kamis (20/9/2018).


(mon/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed