Rabu, 25 Jul 2018 18:05 WIB

Begini Cara Mengamati Mars Saat Gerhana Bulan Total

Agus Tri Haryanto - detikInet
Planet Mars. Foto: NASA Planet Mars. Foto: NASA
Jakarta - Pada dini hari 28 Juli nanti, tak hanya gerhana Bulan total yang menghiasi langit malam. Namun juga, planet Mars akan turut nimbrung pada kesempatan tersebut.

Untuk mengetahui keberadaan planet merah itu, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengungkapkan caranya.

Thomas menjelaskan bahwa gerhana bulan total saat nanti menjadi yang terpanjang pada abad ini, karena lintasannya dekat dengan garis tengah lingkaran bayangan Bumi dan jarak Bulan terjauh dari Bumi.

Dengan dua faktor itulah purnama berada dalam kegelapan bayangan Bumi lebih lama dari gerhana Bulan pada umumnya.



Pada saat purnama meredup dan memerah, amati bintang terang kemerahan di samping kirinya.

"Itulah planet Mars, tetangga bumi yang juga sedang mengalami purnama sehingga tampak seperti bintang yang sangat terang," ujar Thomas melalui pesan singkatnya kepada detikINET, Rabu (25/7/2018).

Menariknya lagi, ahli astronomi ini juga mengatakan masyarakat Indonesia dapat mendapatkan pertunjukan alam lainnya, berupa hujan meteor.

"Amati juga di atas Bulan yang memerah. Ada beberapa titik pancar hujan meteor, khususnya yang sedang mengalami saat puncaknya pada malam itu: Southern Delta Aquarids (sekitar 20 meteor per jam) dan Piscis Austrinis (sekitar 5 meteor per jam)," tuturnya.



Seperti diketahui, gerhana Bulan total terjadi karena posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada di satu garis lurus yang sama. Sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai Bulan karena terhalangi oleh Bumi.

Berbeda dengan Gerhana Matahari, pada peristiwa Gerhana Bulan Total ini masyarakat tidak perlu menggunakan alat khusus untuk melindungi mata ketika ingin melihat momen tersebut secara langsung. (fyk/rou)