Jumat, 20 Jul 2018 12:58 WIB

Mengenang Pendaratan Pertama Manusia di Bulan

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Kru Apollo 11 yaitu Neil Armstrong, Michael Collins dan Edwin Aldrin. Foto: NASA Kru Apollo 11 yaitu Neil Armstrong, Michael Collins dan Edwin Aldrin. Foto: NASA
Jakarta - Hari ini, 20 Juli, bertepatan dengan peristiwa pendaratan manusia pertama di Bulan. "Satu langkah kecil bagi seorang pria, satu lompatan besar bagi peradaban manusia."

Itu adalah kalimat yang diucapkan oleh seorang astronot bernama Neil Alden Armstrong saat dirinya berhasil menginjakkan kaki di Bulan.

49 tahun yang lalu, tepatnya pada 20 Juli 1969, NASA berhasil mengirimkan sejumlah angkasawannya ke satelit alam Bumi melalui misi Apollo 11. Hal tersebut merupakan titah langsung dari presiden Amerika Serikat ke 35, yaitu John F. Kennedy.


Pemerintah Akusisi Satelit Internet Negara Lain Mulai Agustus, tonton video lengkapnya di 20Detik
[Gambas:Video 20detik]

JFK, begitu namanya biasa disingkat, mengatakan bahwa dirinya percaya jika AS bisa mengirim manusia ke Bulan dan mengembalikannya ke Bumi sebelum 1970. Hal tersebut diutarakannya melalui pidatonya berjudul "Special Message to the Congress on Urgent National Needs" pada 25 Mei 1961.

Pidatonya pun diwujdkan menjadi kenyataan oleh NASA. Pada 16 Juli 1969, Neil Armstrong, Michael Collins, dan Edwin "Buzz" Aldrin mulai menjalankan misi Apollo 11 dengan meluncur dari Kennedy Space Center menggunakan roket Saturn V. Ini merupakan kelima kalinya NASA melibatkan kru pesawat dalam rangkaian misi Apollo.

Edwin Aldrin di permukaan bulan. Foto: NASA


Nama tempat peluncuran itu sendiri diambil dari nama John F. Kennedy yang tewas ditembak pada November 1963. Lebih spesial lagi, Saturn V yang digunakan pada misi tersebut masih menyandang status sebagai roket terkuat sepanjang sejarah dengan kemampuan membawa muatan hingga 118 ton menuju orbit rendah Bumi.

Saking bersejarahnya peristiwa ini, berbagai momen di dalamnya pun disiarkan melalui televisi, dengan yang pertama tentunya adalah peluncuran roket itu sendiri. Lalu, pada 18 Juli, para kru pesawat sempat mengirimkan transmisi yang memperlihatkan Armstrong dan Aldrin mengenakan pakaian luar angkasanya.

Kemudian, pada 20 Juli, televisi menyiarkan momen saat Armstrong mengucapkan kalimat terkenalnya, "one small step for a man, one giant leap for mankind," kala dirinya menggambarkan peristiwa pendaratan manusia di Bulan. Diperkirakan terdapat 530 juta orang yang menonton peristiwa tersebut di layar kaca, sebagaimana detikINET kutip dari situs resmi NASA, Jumat (20/7/2018).

Angkasawan tersebut menginjakkan kaki di Bulan enam jam setelah melakukan pendaratan, yang kemudian disusul Aldrin 20 menit setelahnya. Mereka menghabiskan waktu lebih dari dua jam berkeliaran di luar kendaraan antariksa untuk mengumpulkan sekitar 21,5 kilogram material Bulan untuk dibawa ke Bumi

Secara keseluruhan, Armstrong dan Aldrin menghabiskan waktu 21 jam dan 36 menit di permukaan satelit alam Bumi tersebut. Satu yang menarik, Aldrin menjadi orang pertama yang buang air kecil di Bulan. Kemudian, mereka bergabung dengan Collins yang tengah berada di orbit Bulan selama keduanya berada di satelit alam Bumi.



Ketiganya pun kembali ke Bumi pada 24 Juli 1969 dengan mendarat di Samudra Pasifik dan dijemput oleh kapal USS Hornet. Keberhasilan NASA ini sekaligus mengakhiri perlombaannya dengan Uni Soviet. Keduanya memang bersaing ketat untuk mengirim manusia ke Bulan.

Meski begitu, negara yang sudah pecah tersebut tetap menorehkan prestasi. Uni Soviet berhasil mengirim Yuri Gagarin sebagai manusia pertama ke luar angkasa menggunakan roket Vostok 1. (fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed