Rabu, 04 Jul 2018 12:28 WIB

Gerhana Bulan Total Terlama, Apa Istimewanya?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Gerhana Bulan. Foto: (dok Kemenpar) Gerhana Bulan. Foto: (dok Kemenpar)
Jakarta - Peristiwa alam yang jarang terlihat akan menyapa di Juli ini berupa gerhana bulan total. Sebelumnya, fenomena itu juga pernah terjadi pada awal Januari kemarin. Lalu, apa perbedaannya?

Mengenai hal itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memberikan penjelasan perbedaannya, seperti yang dikatakan oleh Rhorom Priyatikanto, Peneliti Bidang Astronomi dan Astrofisika Pusat Sains Antariksa LAPAN.

Rhorom menyebutkan ada beberapa perbedaan antara gerhana bulan total antara yang terjadi Januari kemarin dan Juli kali ini.



"Banyak perbedaannya, (seperti) waktu, durasi, daerah yang bisa terlihat, dan ukuran bulan dan ukuran bayangan Bumi," ungkapnya, Selasa (3/7/2018).

Gerhana bulan total pada 31 Januari kemarin terjadi pada malam hari, tepatnya pukul 18.48 WIB di mana berlangsung gerhana parsial. Pukul 19.52 WIB dimulai gerhana total, di mana pukul 20.30 WIB merupakan puncaknya. Akhir totalitas gerhana pada pukul 21.08 WIB dan akhir gerhana parsial pukul 22.11 WIB.

Sedangkan, gerhana bulan total kali ini dimulai pada tanggal 28 Juli dini hari, yakni berlaku sejak pukul 01.24 - 05.19 WIB. Sementara, fase totalitasnya pada pukul 02.30 - 04.13 WIB atau terbilang satu jam 43 menit. Fase total ini yang disebut sebagai gerhana bulan total terlama pada abad 21 sejauh ini.

Mengenai durasinya, bila dibandingkan dengan gerhana bulan total di Januari kemarin dengan bulan ini, maka fenomena alam nanti lebih lama 27 menit.



Sedangkan, mengenai wilayah yang dapat menyaksikan gerhana bulan total terlama ini, LAPAN menyebutkan bahwa seluruh wilayah Indonesia dapat menyaksikannya secara langsung. Keistimewaan tersebut tentunya dengan dukungan cuaca cerah.

Soal ukuran Bulan dan ukuran bayangan Bumi, seperti disampaikan Rhorom, pada gerhana bulan total nanti akan mengalami perbedaan.

"Ukuran (diameter sudut) bulan 0,525 derajat sedangkan ukuran bayangan (umbra) Bumi 1,298 derajat," sebutnya. (fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed