BERITA TERBARU
Senin, 18 Jun 2018 21:35 WIB

'Masih Sulit Bawa Manusia Terbang ke Mars'

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: SpaceX Foto: SpaceX
Jakarta - Mantan astronot Chris Hadfield mengaku tak yakin teknologi roket yang ada saat ini akan mampu untuk mendaratkan manusia di Mars. Mengapa?

Ketika ditanya opininya mengenai roket yang dikembangkan tiga pemain utama perjalanan luar angkasa: Space Launch System milik NASA, Big Falcon Rocket bikinan SpaceX milik Elon Musk, dan New Glenn milik Blue Origin-nya Jeff Bezos, Hadfield pesimistis dengan kemampuan roket-roket tersebut.

"Secara pribadi, saya rasa tidak satu pun dari tiga roket tersebut akan membawa manusia ke Mars," kata Hadfield seperti dikutip detikINET dari Business Insider, Senin (18/6/2018).



Menurutnya perjalanan ke Mars menggunakan roket-roket tersebut tidak praktis karena berbahaya dan memakan waktu yang lama. Hadfield juga memberikan opininya berbasis dari sistem bahan bakar serupa yang dimiliki ketiga roket tersebut.

"Perkiraanku adalah kita tidak akan ke Mars dengan mesin yang dimiliki ketiga roket tersebut kecuali kita tidak memiliki pilihan lain," ujarnya.

Hadfield sendiri tidak meragukan bahwa roket-roket tersebut suatu hari nanti dapat mencapai Mars. Kekhawatiran terbesaranya justru keamanan dari orang-orang yang mengawaki ekspedisi tersebut.

"Kita dapat mengirimkan manusia ke Mars, dan beberapa dekade yang lalu. Maksud saya, teknologi yang membawa kita ke Bulan ketika saya masih kecil, teknologi tersebut bisa membawa kita ke Mars - tapi itu membawa risiko yang signifikan," kata mantan astronot yang pernah bermarkas di International Space Station (ISS) ini.

Risiko ini, menurut Hadfield, merupakan tanda bahwa kita harus lebih bersabar dan perlahan-lahan untuk mengirimkan manusia ke Mars.

"Anda harus menjawab pertanyaan mengapa. Mengapa kita pergi (ke Mars)? Mengapa kita tidak mengirimkan robot saja untuk sementara sampai kita mengetahui lebih banyak tentang Mars," ujar Hadfield.



Hadfield menyamakan upaya manusia untuk mengeksplorasi tata surya dengan upaya eksplorasi historis yang dijalani Christoper Columbus dan Ferdinand Magellan. Sehingga pengembangan teknologi mutakhir menjadi kunci untuk memulai perjalanan tersebut.

"Mungkin dengan upaya yang dikerjakan dengan Alpha Magnetic Spectrometer di ISS, dan akselerator partikel di CERN, dan tempat lainnya akan menunjukkan cara bagaimana kita dapat memanfaatkan gravitasi," kata Hadfield.

"Itu terdengar aneh, tetapi kita dapat mengetahui bagaimana memanfaatkan listrik dan apa yang dilakukan elektron, dan itu terlihat gila dan mengubah kehidupan serta perjalanan. Jadi, siapa tahu?" tutup Hadfield. (rou/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed