Rabu, 06 Jun 2018 10:04 WIB

Kecerdasan Buatan Diajari Hal-hal Mengerikan

Virgina Maulita Putri - detikInet
Ilustrasi. Foto: Gettyimages Ilustrasi. Foto: Gettyimages
Jakarta - Universitas Massachusetts Institute of Technology (MIT) menciptakan kecerdasan buatan (AI) yang dilatih menggunakan data-data yang mengerikan dan penuh kekerasan.

AI ini dinamai Norman, mengikuti karakter Norman Bates dari film Psycho. Norman dilatih dengan diperlihatkan gambar-gambar yang menunjukkan seseorang yang meninggal dalam keadaan mengenaskan. Gambar-gambar tersebut dikumpulkan dari grup-grup diskusi di Reddit.

Norman yang bisa menginterpretasi gambar dan mendeskripsikan gambar dalam bentuk teks kemudian menjalani tes rorschach. Tes ini biasanya digunakan oleh psikolog untuk melihat pikiran pasien, apakah mereka melihat dunia melalui sisi positif atau sisi negatif.



Ketika diperlihatkan gambar inkblot, jawaban Norman ternyata sangat suram. Norman melihat darah, kematian, dan kehancuran di setiap gambar abstrak yang diperlihatkan kepadanya.

Sebagai pembanding, AI lainnya dilatih dengan data yang memperlihatkan gambar yang normal seperti kucing, burung, dan manusia. AI lain ini ternyata memiliki jawaban yang lebih positif dibandingkan Norman.

Ketika diperlihatkan sebuah gambar abstrak, AI normal menjawab "seseorang memegang payung di udara". Diperlihatkan gambar yang sama Norman menjawab "seorang pria ditembak mati di depan istrinya yang sedang berteriak".

Respon Norman yang menyeramkan ini menunjukkan bahwa data yang diajarkan ke AI lebih penting daripada algoritma. "Ini menunjukkan ide bahwa data yang kita gunakan untuk melatih AI tercermin dalam bagaimana AI melihat dunia dan bagaimana AI bersikap," kata kata salah satu pengembang Norman, Profesor Iyad Rahwan, seperti dikutip detikINET dari BBC, Rabu (6/6/2018).

Norman bukan satu-satunya AI yang sangat mudah untuk dipengaruhi. Belum lama ini, chatbot buatan Microsoft yang disebut Tay, dilatih menggunakan data yang mendukung Adolf Hitler, supremasi kulit putih, dan genosida oleh rasis dan troll di Twitter. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed