Minggu, 01 Apr 2018 22:27 WIB

Kabar Gembira, Stasiun Antariksa China Jauhi Indonesia

Agus Tri Haryanto - detikInet
Prediksi posisi jatuhnya Tiangong-1 nanti. Foto: Dok. LAPAN Prediksi posisi jatuhnya Tiangong-1 nanti. Foto: Dok. LAPAN
Jakarta - Menjelang menghantam Bumi, stasiun luar angkasa Tiangong-1 semakin menjauh titik jatuhnya dari wilayah Indonesia. Wahana antariksa tersebut akan jatuh pada 2 April 2018.

Ini menjadi kabar baik bagi Indonesia, karena sebelumnya Tiangong-1 berpeluang di wilayah 43 derajat lintang utara hingga 43 derajat lintang selatan, di mana di dalamnya ada wilayah Indonesia.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, mengatakan penurunan orbit dari Tiangong-1 sekarang ini semakin cepat.



Dikatakan bahwa saat ini stasiun antariksa seberat 8,5 ton tersebut berada di ketinggian sekitar 157 kilometer atau turun 24 kilometer per harinya.

"Perkiraan jatuh (memasuki ketinggian 120 kilometer) pada 2 April pagi. Lintasan terakhir diprakirakan tidak melewati Indonesia sehingga diperkirakan tidak jatuh di wilayah Indonesia," kata Thomas melalui pesan singkatnya, Minggu (1/4/2018).

Thomas melanjutkan kepastian tidak jatuhnya Tiangong-1 ini karena lintasan terakhir benda tersebut akan melewati Pasifik, Amerika Serikat, Atlantik, Afrika, dan Asia Tengah.

LAPAN mengungkapkan stasiun luar angkasa milik Negeri Bambu tersebut kemungkinan besar akan jatuh di Samudera Pasifik bagian selatan.

"Titik jatuh masih belum bisa ditentukan. Belum pasti (apa itu di darat atau laut)," pungkas Thomas.


Saksikan video 20Detik untuk mengetahui perkembangan soal jatuhnya Tiangong-1 di sini:

[Gambas:Video 20detik]

(agt/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed