Kamis, 29 Mar 2018 19:42 WIB

Soal Jatuhnya Tiangong-1, LAPAN: Indonesia Belum Aman

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi stasiun luar angkasa Tiangong-1. Foto: Ilustrasi Stasiun Luar Angkasa Tiangong 1 (Futurism) Ilustrasi stasiun luar angkasa Tiangong-1. Foto: Ilustrasi Stasiun Luar Angkasa Tiangong 1 (Futurism)
Jakarta - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebutkan, wilayah Indonesia masuk ke dalam salah satu titik pendaratan stasiun antariksa milik China, Tiangong-1.

Berdasarkan laporan yang disampaikan China kepada PBB pada Desember 2017, Tiangong-1 menggunakan methylhydrazine dan dinitrogen tetroxide untuk bahan bakarnya.

Pada laporan tersebut diungkapkan bahwa dari hasil analisis, sisa bahan bakar (dalam jumlah yang tidak banyak lagi) kemungkinan akan terbakar dan musnah bersama bagian-bagian stasiun saat memasuki fase re-entry atau masuk kembali ke atmosfer.

Kendati begitu, sebagaimana detikINET kutip dari situs orbit sains LAPAN, Kamis (29/3/2018), diperkirakan ada bagian stasiun yang masih tersisa dan sampai ke permukaan Bumi dalam bagian kecil, sehingga masyarakat perlu waspada.



Lembaga pemerintah non kementerian ini memprediksi waktu jatuhnya Tiangong-1 ke Bumi, pada 1 April 2018 pukul 08:57 WIB +/- jam.

LAPAN: Indonesia Belum Aman Kejatuhan Stasiun Tiangong-1Perkiraan lintasan Tiangong-1 pada 1 April 2018 pukul 08:27 hingga 09:27 WIB. Foto: Dok. LAPAN


LAPAN mengatakan, saat ini masih terlalu dini untuk memprediksi lokasi atmospheric reentry secara lebih akurat.

Dari pemantauan dan prakiraan tersebut, LAPAN memberikan kesimpulan sementara bahwa Indonesia belum dapat dinyatakan aman dari kejatuhan Tiangong-1, stasiun antariksa pertama milik China yang berbobot 8,5 ton.

Di samping itu, diimbau epada masyarakat bila menemukan bagian dari pecahan benda antariksa, disarankan segera menghubungi kepolisian terdekat. Jika perlu, mereka bisa menghubungi LAPAN dan instansi terkait lainnya.

"Masyarakat yang merasa melihat peristiwa re-entry-nya di langit bisa menghubungi Pusat Sains Antariksa LAPAN," kata LAPAN.

(agt/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed