BERITA TERBARU
Jumat, 23 Mar 2018 16:35 WIB

Satelit Tiangong-1 Milik China Jatuh ke Indonesia 3 April?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Penelusuran Satview terhadap stasiun antariksa milik China, Tiangong-1. Foto: Daily Mail Penelusuran Satview terhadap stasiun antariksa milik China, Tiangong-1. Foto: Daily Mail
Jakarta - Stasiun antariksa milik China, Tiangong-1, dilaporkan akan jatuh ke Bumi. Sebuah situs bernama Satview mengklaim dapat melacak Tiangong-1 secara langsung. Mereka juga memprediksi kapan dan lokasi jatuhnya, yang diklaim termasuk di Indonesia.

Tertera di situsnya, Satview mengatakan bahwa Tiangong-1 akan mengalami re-enter atau masuk kembali ke atmosfer dalam 11 hari lagi. Artinya, pada Selasa, 3 April pukul 09.11 Universal Time (UTC)

"Peta di atas menunjukkan lokasi kemungkinan masuknya sampah luar angkasa Tiangong-1 (37820U) yang diprediksi oleh pemodelan evolusi orbital sampai fragmen atau satelit mencapai ketinggian semburan nominal," sebut Satview seperti yang dikutip detikINET, Jumat (23/3/2018).


Di mana Tiangong-1 akan mendarat?

Para ahli yang melacak stasiun luar angkasa tersebut, seperti dilansir dari Daily Mail, menyebutkan bahwa Tiangong-1 memiliki peluang tertinggi untuk jatuh di kota-kota di sekitar garis lintang 43 derajat dan selatan, yaitu New York, Barcelona, Beijing, Chicago, Istanbul, dan Toronto.

Bahkan, Satview memprediksi kalau wahana antariksa yang punya bobot 8,5 ton itu akan mengalami re-enter pada 07.37 GMT pada 3 April di Selandia Baru.

Tiangong-1 Hantam Bumi Pada 3 April, Di Mana Lokasinya?Perkiraan jatuhnya Tiangong-1 pada Selasa, 3 April 2018. Foto: Daily Mail


Kota-kota di atas tidak termasuk wilayah Indonesia, di mana sebelumnya Tiangong-1 ini disebutkan berpeluang untuk berlabuh di Indonesia sebagaimana disebutkan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

LAPAN mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terkait kemungkinan stasiun luar angkasa China Tiangong-1 jatuh di Indonesia.


Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin menjelaskan bahwa saat Tiangong-1 masuk kembali ke atmosfer Bumi, stasiun antariksa tersebut akan pecah yang di mana sebagian besarnya akan terbakar. Dikatakannya, pecahannya akan tersebar atau ratusan kilometer sepanjang jalur orbit.

Potensi bahaya tumbukan jatuh di wilayah berpenghuni, sangatlah kecil, kata Thomas, karena wilayah Bumi sebagian besar tidak berpenghuni, yaitu terdiri dari lautan, hutan, dan gurun.

"Jadi, masyarakat tidak perlu cemas, namun tetap waspada. Kewaspadaan perlu ketika pada hari H kejatuhan objek antariksa tersebut ada warga melihat benda jatuh dari langit agar jangan menyentuhnya," ujar Thomas dikutip detikINET dari blog pribadinya.

(agt/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Fotostop: Biru Kuis

    Fotostop: Biru

    Jumat, 27 Apr 2018 10:41 WIB
    Warna biru memberikan kesan menenangkan, tenang dan juga damai. Warna biru pun bisa dijadikan objek foto yang menarik. Yuk ikutan kuis fotostop detikINET.
  • Jaringan XL Diklaim Selimuti 93% Indonesia

    Jaringan XL Diklaim Selimuti 93% Indonesia

    Jumat, 27 Apr 2018 10:18 WIB
    Hingga saat ini, cakupan jaringan data operator seluler ini telah melayani di kurang lebih 4.226 kecamatan yang berada di 406 kota/kabupaten di Tanah Air.
  • Pasar Ponsel Melemah, Samsung Tetap Untung

    Pasar Ponsel Melemah, Samsung Tetap Untung

    Jumat, 27 Apr 2018 09:30 WIB
    Samsung Electronic mengungkap pasar ponsel secara global melemah dan memperlambat pertumbuhan pemasukkannya. Kendati begitu mereka masih meraup keuntungan.
  • Nokia N Series Siap Bangkit dari Kubur

    Nokia N Series Siap Bangkit dari Kubur

    Jumat, 27 Apr 2018 09:04 WIB
    HMD Global kembali akan membangkitkan ponsel Nokia yang tenar di masanya. Vendor asal China itu dikabarkan bakal merilis ponsel N-Series dalam waktu dekat.
  • Janji Untung Cuma 5% ala Xiaomi

    Janji Untung Cuma 5% ala Xiaomi

    Jumat, 27 Apr 2018 07:23 WIB
    Bos Xiaomi Lei Jun berjanji kalau perusahaannya itu akan membatasi laba bersih alias untung setelah pajak untuk penjualan produknya sebesar 5%. Kenapa?
  • Ganti Presiden, Nintendo Siap Pecahkan Rekor

    Ganti Presiden, Nintendo Siap Pecahkan Rekor

    Jumat, 27 Apr 2018 06:45 WIB
    Nintendo mengumumkan nama baru yang akan menjadi presiden. Pergeseran jabatan ini diharapkan dapat mengalahkan rekor keuntungan yang ditorehkannya 9 tahun lalu.