Minggu, 18 Mar 2018 09:36 WIB

Stasiun Antariksa China Berpeluang Jatuh di Indonesia, Dampaknya?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi Tiangong-1. Foto: Daily Mail Ilustrasi Tiangong-1. Foto: Daily Mail
Jakarta - Tiangong-1, stasiun antariksa pertama milik China segera akan jatuh ke Bumi dan berpeluang jatuh menghantam wilayah Indonesia. Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin menuturkan bahayanya pecahan dari Tiangong-1.

Thomas menjelaskan objek seberat 8,5 ton itu akan pecah di atmosfer, di mana sebagian besarnya akan terbakar. Pecahannya bisa tersebar puluhan atau ratusan kilometer sepanjang jalur orbit terakhir.

"Bahaya yang mengancam adalah bahaya tumbukan dan potensi bahaya racun dari sisa bahan bakar roket Hydrazine (bila masih ada di tabungnya)," ujar Thomas dikutip di halaman blog pribadinya, Minggu (18/3/2018).

Saksikan video 20Detik untuk mengetahui fenomena hari tanpa bayangan yang akan terjadi siang ini di sini:

[Gambas:Video 20detik]

Sebelumnya, otoritas dari Negeri Tirai Bambu menyatakan benda tersebut mengalami kerusakan dan tidak dapak dikontrol lagi sejak 16 Maret 2018. Satelit tersebut pun mengalami re-entry atau masuk kembali ke atmosfer Bumi.

Terkait kapan dan di mana wilayah jatuhnya, belum diketahui pasti. Begitu juga LAPAN belum mengetahuinya. Kendati begitu, lembaga pemerintah non kementerian ini terus memantau sampah antariksa kepunyaan China itu.

"LAPAN selalu memantau benda jatuh antariksa, terutama yang berukuran besar," ucap Thomas.


Seperti Laboratorium antariksa Rusia MIR berbobot 136 ton yang jatuh pada 2001 dan satelit BeppoSAX yang mempunyai berat 1,4 ton yang jatuh pada 2003 juga dipantau LAPAN, kemudian menginformasikan perkembangannya kepada publik.

Tercatat, LAPAN sudah mengidentifikasi beberapa benda jatuh antariksa di Gorontalo (1981), Lampung (1998), Bengkulu (2003), Madura (2016), dan Agam (2017).

"LAPAN akan terus menginformasikan perkembangan pemantauan jatuhnya Tiangong-1 di situs LAPAN," kata Thomas yang juga memiliki keahlian di bidang astronomi ini.

Tiangong-1 yang secara harfiah istana langit ini berbobot 8,5 ton berbentuk tabung dengan panjang 10,4 meter berdimeter 3,4 meter, dilengkapi dengan bentangan panel surya.

Diketahui, stasiun antariksa tersebut diluncurkan pada 29 September 2011 dan mengorbit pada ketinggian sekitar 350 kilometer. Pada periode 2012-2013, Tiangong-1 pernah ditempati astronot China.

Disebutkan, ketinggian orbitnya selalu dikontrol, terlihat dari riwayatnya. Tetapi sejak 2016, Tiangong-1 sudah tidak dapat dikontrol lagi dan mulai turun orbitnya. Diperkirakan sekitar April 2018, wahana ini akan jatuh ke Bumi.


[Gambas:Video 20detik]

(agt/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed